◷ | WIB
man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Awali Tahun Ajaran 2026/2027, Siswa MAN 3 Bantul Dimbau Garap Keseimbangan Hard Skill dan Soft Skill

Sumiyati

Kontributor

15
Senin, 13 Juli 2026 · 09:51 WIB
Blog Image

BANTUL (MAN 3 Bantul) - Mengawali rangkaian kegiatan Tahun Pelajaran 2026/2027, seluruh jajaran guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik MAN 3 Bantul mengikuti upacara bendera perdana. Prosesi yang berlangsung tertib dan khidmat ini diselenggarakan di lapangan utama madrasah pada Senin pagi (13/7/2026). Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wahyudi, S.Si., M.Sc., mengapresiasi tinggi kesiapan para petugas dan kekhusyukan peserta dalam menyambut tahun ajaran baru.

Dalam amanatnya, Wahyudi menyampaikan ucapan selamat datang secara hangat kepada para siswa baru kelas X yang resmi bergabung menjadi bagian dari keluarga besar madrasah. Apresiasi serupa juga ditujukan kepada siswa kelas XI dan XII yang telah berhasil naik tingkat. Ia mengajak seluruh warga madrasah mengawali tahun ajaran ini dengan berdoa bersama agar seluruh aktivitas pembelajaran senantiasa dilimpahi keberkahan dan membuahkan capain prestasi yang membanggakan.

Secara khusus, Wahyudi memberikan motivasi ekstra bagi para murid kelas XII yang sudah berada di fase akhir masa sekolah. Ia mengingatkan bahwa berbagai agenda evaluasi penting, seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Madrasah Berbasis Kompetensi (AMBK), sudah di depan mata. Oleh karena itu, para siswa diimbau membuang rasa enggan, meningkatkan intensitas belajar, serta menjaga konsentrasi sejak awal demi memuluskan jalan menuju perguruan tinggi impian.

Menutup arahannya, Wahyudi menggarisbawahi pentingnya menyelaraskan penguasaan akademik (hard skill) dengan pembentukan karakter (soft skill), seperti integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa keahlian teknis tanpa moralitas yang baik hanya akan melahirkan pribadi yang tidak amanah. Sebaliknya, karakter yang baik tanpa ditunjang kemampuan yang mumpuni akan membuat seseorang tertinggal dalam persaingan zaman, sehingga kedua aspek tersebut wajib dikembangkan secara seimbang.