El-Mar'atul
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) - Kegiatan praktik mengajar berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) dilaksanakan di MAN 3 Bantul pada Kamis, 14 September 2026 oleh El Mar’atul dengan melibatkan siswa kelas X E sebagai sasaran kegiatan. Kegiatan ini mengangkat isu kemiskinan sebagai salah satu persoalan sosial yang dikaitkan dengan SDG 1, yaitu tanpa kemiskinan. Melalui pembelajaran sosiologi, siswa tidak hanya melihat kemiskinan sebagai kondisi kekurangan ekonomi, tetapi juga diajak untuk melihat berbagai faktor sosial yang dapat memengaruhi terjadinya kemiskinan. Pemilihan isu tersebut didasarkan pada pentingnya membangun pemahaman bahwa persoalan kemiskinan merupakan fenomena sosial yang kompleks dan tidak selalu dijelaskan hanya melalui kondisi atau pilihan individu. dengan mengintegrasikan isu SDGs ke dalam pembelajaran, kegiatan ini diharapkan dapat mendekatkan materi Sosiologi dengan persoalan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong siswa memahami kemiskinan melalui perspektif Sosiologi serta mengembangkan kemampuan mereka dalam menganalisis penyebab suatu persoalan sosial secara kritis. Proses pembelajaran diawali dengan penyajian fenomena atau kasus mengenai kehidupan masyarakat yang mengalami kemiskinan. Siswa kemudian diajak mengidentifikasi berbagai faktor yang mungkin memengaruhi kondisi tersebut melalui pertanyaan, diskusi, dan studi kasus. Materi pembelajaran diarahkan pada konsep kemiskinan, faktor penyebab kemiskinan, serta faktor structural seperti keterbatasan akses pendidikan, kesempatan kerja, tingkat pendapatan, fasilitas public, dan ketimpangan kesempatan. Dalam prosesnya siswa didorong untuk mempertanyakan pandangan yang hanya menganggap kemiskinan sebagai akibat dari kurangnya usaha individu. guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk menghubungkan fenomena yang diamati dengan konsep-konsep sosiologi.
Pelaksanaan kegiatan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat persoalan kemiskinan dari sudut pandangan yang lebih luas. Siswa mulai memahami bahwa seseorang dapat mengalami kemiskinan bukan hanya karena faktor individual, tetapi juga karena adanya kondisi sosial dan ekonomi yang memengaruhi kesempatan seseorang untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, pendapatan, maupun kehidupan yang layak. Pembelajaran juga mendorong siswa untuk tidak memberikan penilaian langsung terhadap individu yang berada dalam kondisi kurang mampu. Dari kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman menghubungkan konsep Sosiologi dengan persoalan nyata di masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap suatu fenomena sosial.
Melalui kegiatan Praktik Mengajar (PK), diharapkan pembelajaran Sosiologi tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi mampu membantu siswa memahami berbagai persoalan yang ada di sekitarnya. Ke depan, pendekatan pembelajaran berbasis isu sosial dan SDGs dapat terus dikembangkan dengan mengangkat berbagai fenomena lain. Siswa diharapkan semakin mampu melihat persoalan sosial secara objektif, kritis, dan tidak sederhana, serta memiliki kepeduliann terhadap upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan.