man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Dongkrak Nilai TKA dan Peluang Masuk PTN, MGMP Bahasa Indonesia Bantul Bedah Kurikulum 2025

Abban Said

Kontributor

72
Kamis, 22 Januari 2026 · 07:42 WIB
Blog Image

BANTUL (MAN 3 Bantul) – Kompetensi literasi dan penguasaan Bahasa Indonesia kini menjadi kunci strategis bagi siswa untuk menembus perguruan tinggi impian. Menyadari hal tersebut, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Bantul bergerak cepat dengan menggelar bedah Capaian Pembelajaran (CP) dan penyusunan bahan ajar terbaru di SMAN 1 Sewon, Selasa (13/01/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 80 guru dari berbagai sekolah di Bantul ini bukan sekadar pertemuan rutin. Agenda ini menjadi langkah taktis para pendidik untuk menyelaraskan metode pengajaran dengan Kurikulum 2025 yang menuntut inovasi lebih tinggi di ruang kelas.

Fokus pada Peningkatan Prestasi Akademik

Kepala SMAN 1 Sewon, Sukarjo, dalam sambutannya menekankan bahwa Bahasa Indonesia bukan lagi sekadar mata pelajaran pelengkap. Di era seleksi masuk perguruan tinggi yang makin kompetitif, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia menjadi penentu krusial.

"Peningkatan nilai TKA Bahasa Indonesia siswa harus menjadi prioritas. Melalui MGMP yang rutin dan solid, kita dorong kemajuan siswa-siswi kita agar lebih siap bersaing di level nasional," tegas Sukarjo di hadapan puluhan peserta.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Bantul, Pius Granstian, memberikan apresiasi atas dedikasi para guru dalam mengawal hasil TKA sebelumnya. Ia berharap pertemuan ini menghasilkan strategi pembelajaran yang lebih segar dan efektif.

Menghadirkan Pakar untuk Inovasi Bahan Ajar

Sesi inti kegiatan ini dipandu oleh pakar literasi, Dr. Nurhidayah, M.Hum. Dalam diskusi mendalam tersebut, para guru tidak hanya membedah teks kurikulum, tetapi juga merancang bahan ajar yang relevan dan menarik bagi generasi Z dan Alpha.

Beberapa poin utama yang dihasilkan dalam bedah CP kali ini meliputi:

 

  • Adaptasi Strategi: Penggunaan metode pembelajaran inovatif agar materi Bahasa Indonesia lebih kontekstual.
  • Pengembangan Bahan Ajar: Penyusunan materi yang fokus pada peningkatan daya kritis dan analisis siswa.
  • Target Kelulusan: Penyelarasan materi dengan indikator kelulusan dan standar masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Dengan penguatan kompetensi guru ini, MGMP Bahasa Indonesia Bantul optimistis kualitas pembelajaran di sekolah akan meningkat signifikan. Ujungnya, siswa tidak hanya mahir berbahasa secara formal, tetapi juga mampu meraih prestasi gemilang dalam berbagai ajang akademik maupun seleksi masuk pendidikan tinggi.(Ris)