Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Siswa kelas X dan XI bersama guru dan tenaga kependidikan (GTK) MAN 3 Bantul melaksanakan apel pada Senin pagi (6/4/2026) di halaman madrasah. Apel tersebut dipimpin oleh pembina apel, Sinta Dewi Purwati, S.Pd., Gr., guru Matematika MAN 3 Bantul. Dalam amanatnya, Sinta menyampaikan pesan tentang pentingnya kedisiplinan bagi para siswa. Ia mengajak siswa untuk memahami dan mengamalkan tiga falsafah Jawa yang populer dan memiliki makna mendalam, yaitu Ajining Diri Ono Ing Lathi, Ajining Raga Saka Busana, dan Ajining Awak Ing Tumindak.
Sinta menjelaskan bahwa Ajining Diri Ono Ing Lathi bermakna bahwa nilai atau harga diri seseorang terlihat dari lisannya, yakni bagaimana seseorang berbicara dan menjaga sopan santun. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung fenomena bullying verbal yang dapat terjadi melalui perkataan yang tidak baik.
“Ajining diri ono ing lathi mengajarkan bahwa harga diri seseorang terlihat dari lisannya. Karena itu siswa harus menjaga tutur kata, menghindari perkataan yang menyakiti orang lain, termasuk bullying verbal,” ujar Sinta dalam amanat apel.
Selanjutnya, ia menjelaskan falsafah Ajining Raga Saka Busana, yang berarti kehormatan fisik seseorang dapat dilihat dari cara berpakaian. Sinta menegaskan pentingnya siswa memperhatikan kerapian penampilan, seperti potongan rambut bagi siswa laki-laki serta penggunaan ciput atau dalaman jilbab bagi siswi perempuan agar aurat tertutup dengan sempurna. Hal tersebut menurutnya merupakan salah satu bentuk menghormati diri sendiri.
Falsafah ketiga, Ajining Awak Ing Tumindak, bermakna bahwa harga diri seseorang dapat dilihat dari perbuatannya. Oleh karena itu, Sinta mengingatkan siswa untuk senantiasa menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, ketiga falsafah tersebut sangat relevan untuk kembali ditanamkan kepada pelajar di tengah gempuran media sosial yang sering kali lebih menonjolkan tren penampilan, namun terkadang mengabaikan etika.
Falsafah Jawa ini mengajarkan pentingnya menjaga tutur kata, berpenampilan rapi dan bersih sesuai syariat, serta melakukan perbuatan-perbuatan yang luhur. Di akhir amanatnya, Sinta juga menekankan pentingnya kedisiplinan siswa, baik dalam hal datang tepat waktu ke sekolah maupun menjaga ketertiban selama proses pembelajaran di kelas dan di lingkungan mana pun mereka berada. (Mel)