Nur Salamah
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) — Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sekaligus tim publikasi MAN 3 Bantul, Abban Said menghadiri Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Naskah Dinas dan Publikasi yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul (Kankemenag Bantul) di Aula MAN 1 Bantul, Kamis (09/07/2026). Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas tata naskah dinas sekaligus publikasi agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Pelatihan dibuka oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Bantul, Aminuddin. Dalam kesempatan sambutan, Aminuddin menegaskan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola administrasi pemerintahan yang profesional dan akuntabel. Menurutnya, setiap naskah dinas tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga mencerminkan kualitas pelayanan dan kredibilitas instansi.
"Naskah dinas merupakan wajah sebuah instansi. Karena itu, penyusunannya harus mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar agar informasi yang disampaikan jelas, efektif, serta tidak menimbulkan multitafsir. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta dapat menerapkan hasil pembelajaran dalam penyusunan surat dinas, pengumuman, berita, maupun berbagai bentuk publikasi lainnya sehingga kualitas administrasi dan komunikasi publik Kankemenag Bantul semakin baik," ujarnya.
Hadir sebagai narasumber dari Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta, Wahyu Sekar Sari dan Fahma Ainurrizka. Pemateri menyampaikan berbagai ketentuan penggunaan bahasa Indonesia dalam naskah dinas, mulai dari penerapan ejaan sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), pemilihan diksi, struktur kalimat efektif, hingga penulisan tanda baca dan format penulisan resmi. Selama pelatihan, peserta juga diberikan kesempatan untuk mendiskusikan berbagai contoh naskah dinas yang selama ini digunakan di satuan kerja masing-masing. Melalui sesi praktik dan tanya jawab, peserta memperoleh masukan langsung dari narasumber mengenai perbaikan penulisan sesuai ketentuan kebahasaan.
Abban Said sebagai perwakilan dari MAN 3 Bantul yang hadir menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi dan dokumen di lingkungan madrasah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penyusunan dokumen serta penyebaran informasi di lingkungan madrasah se-Kabupaten Bantul. Dengan semakin terampilnya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam menggunakan Bahasa Indonesia secara tepat dan konsisten, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi identitas bangsa dan kaidah bahasa nasional sebagai jati diri persatuan. (sal/ris)