Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Menjawab tantangan disrupsi pendidikan di era digital, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar forum strategis guna memantapkan postur pendidik yang berintegritas. Agenda bertajuk "Etika Profesi dan Kepribadian Guru Bahasa Indonesia MA DIY" ini diselenggarakan di Aula Kanwil Kemenag DIY, Selasa (7/4/2026). Guru MAN 3 Bantul, Ris Mulyati, Sumiyati, dan Nur Salamah, mengikuti kegiatan tersebut.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan sebuah gerakan refleksi kolektif untuk memperkuat aspek afektif guru. Sebagai garda terdepan dalam membangun ekosistem madrasah yang beradab, guru Bahasa Indonesia dituntut memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan kepribadian.
Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Basori menekankan bahwa marwah seorang pendidik terletak pada kewibawaannya di hadapan siswa. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kewibawaan bukanlah sesuatu yang dipaksakan, melainkan buah dari kompetensi dan profesionalisme yang nyata.
"Tantangan terbesar dalam dunia kerja adalah membangun tim yang solid. Hal ini hanya bisa dicapai jika setiap individu memiliki profesionalitas yang tinggi dalam setiap ketugasan," ujar Basori di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, beliau berpesan agar guru tidak pernah berhenti belajar.
"Kompetensi harus ditingkatkan secara berkelanjutan. Laksanakan tugas dan kewajiban sesuai koridor profesi. Dedikasi inilah yang akan menjadi fondasi lingkungan kerja yang harmonis sekaligus berkualitas," tegasnya.
Urgensi etika profesi bagi guru Bahasa Indonesia memang tidak bisa ditawar. Sebagai pengampu literasi, mereka memegang tanggung jawab moral untuk menyisipkan pendidikan karakter melalui kesantunan berbahasa. Kepribadian guru yang tangguh diyakini menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan madrasah di wilayah Yogyakarta.
Sebagai langkah modernisasi, panitia mewajibkan sistem pendaftaran daring melalui platform penmadiy.net. Langkah digitalisasi ini diambil untuk memastikan validasi data peserta serta efisiensi penerbitan sertifikat elektronik. Melalui momentum ini, MGMP Bahasa Indonesia MA DIY berharap dapat melahirkan transformasi pendidik yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga menjadi teladan dalam integritas dan dedikasi. (Ris)