◷ | WIB
man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Hadiri Talkshow DPAD DIY, Kepala MAN 3 Bantul Dorong Warga Madrasah Aktif Melahirkan Karya Buku

Sumiyati

Kontributor

23
Jumat, 28 Agustus 2026 · 15:30 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul)  — MAN 3 Bantul menunjukkan komitmen mulianya dalam mendukung pengembangan literasi dan kebudayaan dengan menghadiri kegiatan Talkshow "Literasi Negeriku: Literasi Desa dalam Film Pendek". Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY tersebut berlangsung Sabtu (29/08/2026) malam, pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Agenda ini menjadi wadah edukatif yang mengawinkan elemen literasi, kelestarian kebudayaan, serta media audio-visual secara harmonis.

Kegiatan ini secara khusus menyoroti bagaimana potensi lokal, budaya, dan penguatan literasi di tingkat desa dapat dikemas secara kreatif lalu disebarluaskan melalui medium film pendek. Dari deretan satuan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta, hanya 12 sekolah/madrasah terpilih yang mendapatkan undangan resmi, dan MAN 3 Bantul menjadi salah satu yang dipercaya untuk berpartisipasi. Rangkaian acara dikemas secara padat dan berbobot, diawali dengan Opening Ceremony, dilanjutkan diskusi interaktif "Curhat Penerbit: Kupas Tuntas ISBN", serta ditutup dengan Obrolan Budaya bertajuk "Menjaga Memori, Menghidupkan Budaya".

Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto, hadir secara langsung mewakili madrasah untuk menyerap berbagai wawasan strategis dari para pegiat literasi dan penerbitan yang hadir. Kehadiran pimpinan madrasah ini menegaskan posisi MAN 3 Bantul yang senantiasa adaptif terhadap perkembangan media edukasi modern tanpa melupakan akar budaya bangsa. Dalam sesi diskusi, keterkaitan antara karya tulis (buku) dan visualisasi film pendek menjadi topik hangat yang menginspirasi para peserta.

Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto, memberikan tanggapan dan apresiasinya terkait pentingnya penguatan literasi perbukuan di lingkungan pendidikan. "Buku adalah fondasi utama dari segala bentuk literasi. Sebelum sebuah ide atau kisah budaya diangkat menjadi film pendek yang menarik, semuanya berawal dari ide yang tertuang dalam lembaran buku. Melalui pembahasan mengenai ISBN dan perbukuan malam ini, kami semakin termotivasi untuk mendorong para guru dan siswa MAN 3 Bantul agar makin giat menulis dan melahirkan karya buku yang terdaftar secara resmi serta bermanfaat bagi masyarakat luas," tutur Suyanto.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, MAN 3 Bantul siap membawa semangat baru untuk memperkuat ekosistem literasi di lingkungan madrasah. Diharapkan, pemahaman mendalam tentang tata kelola penerbitan buku hingga pengemasan budaya ke dalam media audio-visual ini dapat memicu lahirnya karya-karya literasi bernilai tinggi dari civitas akademika MAN 3 Bantul.(sum)