man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Kajian Kitab Adabul 'Alim wal Muta'alim bagi Siswa MAN 3 Bantul

Abban Said

Kontributor

80
Senin, 02 Maret 2026 · 00:31 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) - Siswa-siswi MAN 3 Bantul mengikuti serangkaian kegiatan Ramadhan Fil Madrasah (RFM) 1447 H, di antaranya kajian kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim yang diampu oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bersama guru mata pelajaran lainnya. Sebanyak 21 guru pengampu mengisi kajian kitab tersebut setiap pagi di 21 kelas, yakni kelas X A--G, XI A--G, dan XII A--G, setelah siswa menyelesaikan target tadarus Al-Qur'an dua juz di masing-masing kelas.

Pada hari pertama dan kedua pelaksanaan RFM, Senin--Selasa (24--25/2/2026), khususnya di kelas X B, siswa mengikuti penjelasan tentang keutamaan ilmu, ulama, serta proses belajar mengajar yang dilanjutkan dengan kegiatan refleksi. Pada Rabu pagi (26/2/2026), siswa kelas X B melanjutkan kajian tentang etika pelajar terhadap diri sendiri. Dalam kajian tersebut disampaikan sepuluh etika yang wajib diperhatikan oleh pelajar. Etika pertama adalah mensucikan hati dari sifat menipu, kotor, su'udzon, dan budi pekerti yang tidak baik.

Guru pengampu kelas X B, Aisyah Nur Amalia, memberikan contoh kontekstual kepada siswa. "Misalnya kalian berangkat sekolah meminta uang saku Rp20.000 untuk membayar LKS, tetapi sebenarnya tidak digunakan untuk itu, itu artinya berbohong dan berarti hati belum bersih serta belum siap menerima ilmu. Begitu juga jika sudah berprasangka buruk terhadap materi pelajaran, itu akan menyulitkan pemahaman," jelasnya.

Etika kedua adalah memperbaiki niat mencari ilmu semata-mata untuk mencari ridha Allah Swt., bukan tujuan duniawi. Ketiga, memanfaatkan waktu muda untuk belajar dan berlatih dengan skala prioritas. Keempat, qana'ah atau berserah diri kepada Allah SWT. Kelima, mampu membagi waktu secara seimbang. Keenam, menyedikitkan makan dan minum. Ketujuh, bersikap wara' atau menjaga diri dari hal-hal yang meragukan. Kedelapan, menyedikitkan makanan yang dapat menyebabkan tumpulnya pikiran. Kesembilan, mengurangi tidur. Kesepuluh, meninggalkan pergaulan yang melalaikan, terutama dengan lawan jenis, dan memilih teman yang sevisi dan semisi dalam kebaikan.

Dalam penutup kajian, Aisyah menekankan bahwa pelajar hendaknya fokus pada poin 1--9 terlebih dahulu, sementara poin ke-10, termasuk urusan teman, akan datang dengan sendirinya karena teman adalah cerminan diri. Ia juga menambahkan bahwa hiburan atau liburan boleh dilakukan ketika tubuh dan pikiran sudah penat, agar bisa kembali segar dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, sebagaimana para penghafal Al-Qur'an di pesantren yang biasanya mau diajak pergi keluar ketika sedang udzur saja, selebihnya ketika sedang suci digunakan untuk nderes Al-Qur'an. Hal ini karena mereka mengamalkan kitab ini.

Respon siswa terhadap kajian ini sangat positif. Salah satu siswa kelas X B, Khasanah, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan bagi pelajar. "Saya merasa materi ini menampar sekaligus memotivasi. Selama ini fokus belajar hanya nilai, padahal adab dan niat itu jauh lebih penting. Saya jadi ingin memperbaiki diri dan lebih serius menuntut ilmu," ujarnya. Melalui kegiatan ngaji kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim ini, MAN 3 Bantul berharap siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki adab, kedisiplinan, dan karakter Qur'ani dalam kehidupan sehari-hari. (mel)