Sumiyati
Kontributor
BANTUL (MAN 3 Bantul) - MAN 3 Bantul terus berkomitmen mengikis jarak sosial pelajar akibat ketergantungan gawai dengan mengoptimalkan program pendidikan berbasis alam. Melalui pertemuan dinamis jajaran panitia, madrasah merampungkan teknis pelaksanaan Kemah Bakti Mada (KBM) ke-31 yang dijadwalkan bertempat di Bumi Perkemahan Memorial Camp, Sentul, pada pertengahan bulan ini. Agenda pemantapan tersebut diselenggarakan di lingkungan sekolah, Rabu(15/4/2026).
Kegiatan kepanduan ini dirancang bukan sebatas pemenuhan formalitas kurikulum, melainkan sebagai media penanaman ketangkasan hidup siswa. Kepala MAN 3 Bantul memandang bahwa dinamika di alam bebas mampu menumbuhkan ketahanan mental yang sulit didapatkan dalam ruang kelas konvensional. Melalui pembatasan penggunaan gawai selama berkemah, para murid dituntut untuk membangun komunikasi sosial yang nyata dan melakukan refleksi personal secara mendalam.
"Pembentukan kepribadian remaja tidak akan optimal jika hanya mengandalkan materi teori, karena alam terbuka adalah ruang ujian sesungguhnya bagi kedisiplinan murid," ungkapnya saat memberikan arahan kepada tim pengajar dan perwakilan siswa.
Di samping fokus pada aspek pedagogis, manajemen madrasah juga melakukan pembenahan besar pada sistem tata kelola kegiatan. Guna memastikan keselamatan peserta, instrumen mitigasi risiko di area perkemahan diperketat secara komprehensif. Selain itu, aspek transparansi keuangan menjadi prioritas, di mana alokasi dana operasional perkemahan mendapat subsidi besar dari anggaran internal sekolah agar tidak membebani kondisi finansial orang tua wali.
Sebagai bentuk aplikasi nyata dari kecerdasan sosial, agenda KBM tahun ini turut mengintegrasikan misi kemanusiaan dan penguatan spiritual. Para peserta tidak hanya mengikuti simulasi jelajah medan, melainkan juga dilibatkan langsung dalam bakti sosial berupa pembersihan fasilitas umum serta penyaluran bahan pangan pokok untuk warga lokal. Gerakan filantropi ini diharapkan mampu menyemai rasa empati dan toleransi yang kokoh di dalam diri calon pemimpin masa depan.