◷ | WIB
man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Literasi Kesehatan Gigi: Strategi MAN 3 Bantul Bentuk Karakter Murid Melalui Pembiasaan Hidup Sehat

Sumiyati

Kontributor

7
Kamis, 16 April 2026 · 14:43 WIB
Blog Image

BANTUL (MAN 3 Bantul) - MAN 3 Bantul memperluas cakupan program edukasinya dengan memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan mendasar yang sering kali luput dari perhatian remaja. Mengambil tempat di Aula Madrasah, sekolah menyelenggarakan pembekalan mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut bagi para peserta didik baru. Agenda penyuluhan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran diri sejak dini tersebut dilaksanakan pada Kamis(16/4/2026).

Materi yang disampaikan dalam forum ini menggarisbawahi bahwa kondisi kesehatan mulut merupakan cerminan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tim ahli medis yang hadir memaparkan bahwa gangguan pada area gigi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat mengganggu konsentrasi belajar dan menurunkan tingkat kehadiran siswa di kelas. Oleh karena itu, edukasi ini dipandang sebagai langkah strategis dalam meminimalkan hambatan fisik yang berpotensi menurunkan capaian akademis anak.

"Investasi pada kesehatan fisik dan penampilan diri yang rapi merupakan wujud nyata dari kedisiplinan hidup yang ingin kita tanamkan secara konsisten dalam karakter setiap murid," jelas Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto, S.Ag., M.S.I., saat memberikan arahan.

Jalannya sosialisasi berlangsung interaktif ketika memasuki sesi pelurusan berbagai kekeliruan informasi seputar perawatan dental yang berkembang di masyarakat. Para siswa kelas X diajak mempraktikkan langsung metode penyikatan gigi yang benar untuk mencegah penumpukan karang gigi serta memahami bahaya penyebaran bakteri mulut. Pendekatan praktis ini berhasil mengubah cara pandang para remaja agar lebih peduli terhadap tindakan pencegahan karies.

Melalui penerapan program pencegahan berbasis kesehatan ini, MAN 3 Bantul memantapkan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya mengasah aspek kognitif, melainkan juga membudayakan kebiasaan hidup sehat. Keselarasan antara pemeliharaan jasmani dan kenyamanan belajar ini diharapkan mampu memicu standarisasi program serupa di lingkungan sekolah keagamaan lainnya. Langkah ini penting guna menyiapkan generasi muda yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga tampil dengan rasa percaya diri yang tinggi.