◷ | WIB
man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

MAN 3 Bantul Adakan Pengajian Keluarga Guyub Rukun

Muhammad Tawab

Kontributor

20
Sabtu, 26 September 2026 · 07:26 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) - Di tengah kesibukan dalam kiprah  pendidikan, keluarga besar MAN 3 Bantul yang diikuti Guru dan tenaga kependidikan beserta keluarganya, mengadakan pengajian rutin per tiga bulanan yang digelar di Limasan Kamplok, Sekarsuli, Berbah, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (26/9/2026). 

Acara dibuka oleh Sabrina dan dilanjut sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh ketua kelompok, Samsul Anam. Sambutan kedua oleh kepala satuan pendidikan, Suyanto. 

"Pengajian keluarga ini akan tetap kita lakukan selamanya. Meskipun ada usulan dihentikan." sambut kepala MAN 3 Bantul.

Acara selanjutnya, inti pengajian oleh Dr. Marjoko Idris. Beliau merupakan alumni dosen sastra Arab UIN Sunan Kalijaga.

"Ada tiga istilah  yang ingin saya sampaikan. Pertama, orang islam dibagi tiga kelompok yaitu orang aniaya (dzalim linafsih), kelompok pertengahan (muqtashid), dan kelompok berlomba dalam kebaikan (saabiq bil khairaat). Hal ini sebagaimana termaktub dalam Q.S.Fathir: 32." terang Marjoko kepada hadirin.

Kelompok pertama digambarkan seorang muslim yang kurang ibadah wajib. Misalnya, Ia hanya shalat fardhu empat waktu, sementara shalat subuh tidak dilaksanakan. Seperti halnya seorang guru yang tidak membaca ketika akan mengajar termasuk golongan ini.

Kedua, kelompok pertengahan. seorang muslim yang hanya melakukan ibadah wajib tetapi meninggalkan ibadah sunah. Implikasinya, guru yang membaca materi pada malam harinya kemudian mengajar pagi harinya.

Ketiga, seorang muslim yang melakukan ibadah wajib, sunah, haram, makruh, secara holistik. Seperti guru yang banyak membaca dan menulis dan mengajarkan kepada murid. 

Guru harus menguasai materi, memiliki strategi, memiliki tujuan  atau impian dunia akhirat, dan mengevaluasi dengan jujur. Maka, guru yang unggul akan melahirkan peserta didik yang unggul.

Ketiga golongan ini ditulis secara berurutan seperti kandungan dalam ayat ketiga Q.S Al Baqarah. Di sana, dijelaskan ciri orang bertakwa pertama meyakini perkara ghaib. Ini menjadi syarat mutlak bagi kesalehan ibadah setelahnya Sehingga apabila ciri pertama ini menjadi barometer bagi seorang yang mengaku bertakwa, maka ibadah yang lain akan baik.

Acara terakhir, doa dan penutup. Dilanjutkan dengan ramah tamah.(Twb)