Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Menghadapi disrupsi digital yang kian masif, MAN 3 Bantul mengambil langkah proaktif dalam membekali siswanya. Pada Jumat (6/2/2026), puluhan siswa kelas XII mengikuti workshop bertajuk "Bijak Digital dan Pemanfaatan Teknologi untuk Mendukung Karier" sebagai bagian dari agenda kokurikuler madrasah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Madrasah ini dirancang khusus untuk memberikan kompas bagi para siswa tingkat akhir. Mengingat mereka akan segera memasuki fase transisi menuju perguruan tinggi dan dunia kerja, penguasaan soft skill digital dianggap sebagai kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pilihan di tengah ketatnya persaingan global.
Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto, S.Ag., M.S.I., dalam sambutannya menekankan bahwa kecerdasan akademik harus dibarengi dengan etika digital yang kuat. Beliau menyoroti pentingnya menjaga rekam jejak digital (digital footprint) yang bersih dan profesional, karena platform media sosial kini telah bertransformasi menjadi portofolio hidup yang kerap dipantau oleh dunia profesional maupun institusi pendidikan tinggi.
Hadir sebagai narasumber utama, Tri Widodo, S.T., M.Kom., dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Dalam sesinya, beliau membedah strategi optimalisasi personal branding serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
"Dunia digital bukan sekadar tempat untuk eksis, melainkan ruang untuk membangun nilai diri. Siswa harus mulai sadar bahwa setiap aktivitas digital mereka adalah investasi karier masa depan. Jangan biarkan teknologi menguasai kita, tapi kitalah yang harus mengendalikan teknologi untuk produktivitas," ujar Tri Widodo di hadapan para siswa.
Suasana workshop tampak hidup dengan diskusi interaktif saat Tri Widodo mengajak siswa mempraktikkan cara memilah informasi valid guna menghindari paparan hoaks. Salah satu peserta mengakui bahwa paparan dari Kaprodi PTI UTY tersebut membuka perspektif baru baginya dalam menggunakan gawai—dari yang semula didominasi hiburan, kini beralih menjadi alat strategis pendukung karier.
Sebagai penutup, seluruh peserta diminta menyusun rencana aksi digital pribadi sebagai langkah awal transformasi diri. Melalui kolaborasi dengan akademisi ahli ini, MAN 3 Bantul optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara spiritual dan intelektual, tetapi juga siap menjadi pemain kunci di era ekonomi digital yang penuh tantangan.(Ris)