man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Pancasila sebagai Ruh Kehidupan Berbangsa, MAN 3 Bantul Ajak Generasi Muda Hayati Nilai-nilai Luhur Pancasila

Abban Said

Kontributor

116
Selasa, 02 Juni 2026 · 01:28 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) – Di tengah gempuran disrupsi digital dan pergeseran nilai moral, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul mengambil langkah taktis untuk membumikan ideologi bangsa. Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati pada Selasa (02/06/2026) tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial, melainkan panggung nyata untuk menguji dan menguatkan karakter kedisiplinan generasi muda.

Bertempat di halaman madrasah, upacara bendera tersebut berlangsung dengan khidmat. Seluruh elemen civitas akademika mulai dari pimpinan, guru, tenaga kependidikan, hingga ratusan siswa hadir secara luring dengan spirit nasionalisme yang pekat. Kepala MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, S.Ag., M.S.I., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, memberikan sorotan tajam pada makna kedisiplinan sebagai bentuk paling konkret dari pengamalan Pancasila di era modern. Dalam amanatnya, beliau mengapresiasi ketegasan para petugas upacara sekaligus melempar refleksi mendalam bagi seluruh peserta didik.

“Disiplin adalah napas sekaligus fondasi utama dari seluruh gerak nadi di madrasah. Ketika siswa memiliki kesadaran untuk langsung berbaris rapi tanpa harus diarahkan berulang kali, di situlah nilai tanggung jawab Pancasila sedang dipraktikkan,” tegas Dr. Suyanto.
Beliau juga menggarisbawahi pentingnya identitas korsa bagi kelas XI sebagai simbol soliditas. Menurutnya, keseragaman tersebut bukan sekadar untuk kebutuhan estetika visual atau dokumentasi semata, melainkan cerminan dari kesatuan visi dan rasa bangga yang kokoh terhadap institusi.

Menjawab Tantangan Global dengan Living Ideology
Suasana upacara semakin larut dalam refleksi mendalam saat Dr. Suyanto membacakan amanat resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tahun 2026 yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia." Pidato tersebut menegaskan posisi krusial Pancasila sebagai jangkar moral (moral anchor) dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari konflik geopolitik internasional hingga derasnya arus teknologi. Di tingkat institusi pendidikan, amanat ini menjadi alarm penting bagi para pendidik untuk memastikan Pancasila hadir sebagai living ideology ideologi yang hidup, bernapas, dan dipraktikkan sehari-hari, bukan sekadar teks mati di buku pelajaran.

Melalui momentum ini, MAN 3 Bantul kembali meneguhkan komitmennya. Sebagai madrasah yang adaptif, mereka siap membentengi generasi muda dari bahaya intoleransi dan radikalisme, sekaligus mencetak kader islami yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki nasionalisme yang berakar kuat pada bumi pertiwi. Upacara pun ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian Indonesia dan dunia. (Ris)