◷ | WIB
man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Peringati Maulid Nabi dan Harlah ke-64, MAN 3 Bantul Launching Buku Sejarah serta Festkobar

Admin

Kontributor

97
Senin, 24 Agustus 2026 · 01:58 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) — Senin, 24 Agustus 2026, menjadi hari yang penuh berkah dan makna bagi segenap warga MAN 3 Bantul. Di halaman parkir madrasah yang telah disulap menjadi panggung penuh kehangatan, digelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-64 madrasah yang dirangkaikan sekaligus dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan penyelenggaraan Festival Kolaborasi Karya (Festkobar) ke-4. Momen bersejarah ini dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian Agama, tokoh masyarakat, para pemangku kepentingan pendidikan, serta seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan dalam suasana yang khidmat sekaligus meriah.
Hadir secara langsung Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DI Yogyakarta, H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., Pengawas Madrasah Heni Prilantari, M.Pd. serta Drs. KH. Imam Suja'i, Kepala MAN 3 Bantul terdahulu Drs. H. Samsul Huda, perwakilan Komite Madrasah, Lurah dan Pamong Dukuh Wonokromo, serta para Kepala Madrasah dan Sekolah di wilayah sekitar. Peringatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, S.Ag., M.S.I., M.Pd., yang dalam arahannya menekankan makna mendalam penyatuan ketiga momentum besar ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus teladan hidup dari Rasulullah SAW.
Peringatan ini menyatukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan perjalanan panjang MAN 3 Bantul yang berdiri sejak 1 Agustus 1962. Menginjak usia ke-64 tahun, madrasah ini tak sekadar berjalannya waktu, melainkan bukti pengabdian, perjuangan, dan kebersamaan dalam melahirkan generasi berilmu dan berakhlak. Ribuan alumni telah lahir dari lingkungan madrasah ini, yang kini tersebar dan berkiprah di berbagai sektor kehidupan, baik di dunia pendidikan, pemerintahan, usaha, maupun pengabdian di tengah masyarakat. Keberadaan mereka menjadi bukti nyata bahwa benih-benih kebaikan yang ditanam terus tumbuh dan memberi manfaat.
Sebelum memasuki puncak perayaan, rangkaian kegiatan Harlah ke-64 telah diawali dengan berbagai kegiatan bermakna yang menyentuh dimensi spiritual maupun kepedulian sosial. Pada tanggal 1 Agustus, digelar khataman Al-Qur'an sebanyak 21 kali dalam satu hari, yang dilaksanakan secara muqaddaman maupun pembacaan langsung dari pagi hingga sore. Hal ini menjadi wujud tekad bahwa MAN 3 Bantul adalah madrasah yang senantiasa dikawal oleh kemuliaan Al-Qur'an. Selain itu, madrasah juga menyalurkan bantuan air bersih berjumlah sekitar 40 tangki bagi warga wilayah Panggang, Gunungkidul, yang disampaikan melalui masjid dan madrasah setempat. Kepedulian juga ditunjukkan melalui pembagian paket bakti sosial kepada warga sekitar tempat tinggal para guru dan tenaga kependidikan, sebagai wujud kehadiran madrasah yang dekat dan bermanfaat bagi lingkungannya.
Memasuki puncak acara, suasana semakin hidup melalui Festkobar ke-4, ajang kreativitas yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara. Seluruh 21 kelas di madrasah ini mewakili 21 provinsi di Indonesia, menampilkan busana adat, kearifan lokal, serta kekhasan budaya masing-masing daerah. Kegiatan ini bukan sekadar pementasan, melainkan upaya mendalam untuk menanamkan cinta tanah air dan memperkenalkan peserta didik pada keragaman budaya bangsa yang menjadi kekayaan tak ternilai milik bangsa Indonesia.
Momen yang tak kalah bersejarah pada hari itu adalah peluncuran Buku Sejarah dan Profil MAN 3 Bantul. Buku ini disusun atas kerja keras tim yang terdiri dari guru mata pelajaran Sejarah dan tim Humas madrasah, melalui penelusuran berbagai dokumen arsip, penelusuran jejak masa lalu, penelusuran sumber di perpustakaan daerah, hingga wawancara langsung dengan tokoh masyarakat dan para pendiri madrasah di lingkungan Wonokromo. Kepala MAN 3 Bantul Dr. Suyanto menyampaikan bahwa buku ini merupakan langkah awal pendokumentasian sejarah yang akan terus disempurnakan, agar menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. Beliau turut memohon doa restu agar MAN 3 Bantul senantiasa terus berkembang menjadi madrasah yang bermutu, unggul, dan mendunia.
Dalam ceramahnya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., menyampaikan pesan yang menyentuh hati bahwa kita semua diajak untuk meneladani Rasulullah SAW dalam mendidik dengan penuh kasih sayang. Di samping itu Gus Haki juga menyampaikan pesan agar senantiasa menanamkan kepada anak-anak tiga hal utama: mencintai Rasulullah SAW dan keluarganya dengan rutin membaca shalawat minimal 100 kali sehari, serta merasakan sendiri keberkahan dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Acara puncak ini ditutup dengan penyampaian tausiyah, pembacaan shalawat dan riwayat Maulid Nabi Muhammad SAW, serta doa bersama demi keberkahan dan kemajuan MAN 3 Bantul ke masa depan. Semoga langkah madrasah ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT, terus melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan bermanfaat bagi agama serta nusa bangsa. (Ris)