◷ | WIB
man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Perkokoh Ikatan Kekeluargaan, MAN 3 Bantul Gelar Halalbihalal dan Refleksi Pendidikan Era Digital

Sumiyati

Kontributor

7
Jumat, 10 April 2026 · 14:02 WIB
Blog Image

BANTUL (MAN 3 Bantul) - Keluarga besar MAN 3 Bantul memanfaatkan momentum Idulfitri 1447 H untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyelaraskan visi pendidikan melalui acara Syawalan. Agenda tahunan ini dihadiri oleh jajaran guru, staf tata usaha, hingga para pensiunan yang pernah mengabdi di madrasah tersebut. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan religius ini diselenggarakan di lingkungan madrasah, Sabtu(11/4/2026).

Dalam pembukaan acara, Kepala MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, S.Ag., M.S.I., menyampaikan pandangannya mengenai arti penting loyalitas seorang pengajar yang tidak terbatas oleh masa bakti formal. Beliau mengingatkan bahwa hubungan antara pendidik dan tempatnya mengabdi merupakan ikatan ideologis yang terus berjalan. Melalui kebersamaan ini, madrasah diharapkan mampu terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang berkualitas dan dicintai masyarakat.

"Tugas kita sebagai pengajar dan bagian dari keluarga besar madrasah tidak akan pernah usai meskipun sudah memasuki masa purna tugas," ujar Dr. Suyanto saat memberikan sambutan di depan para undangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian siraman rohani oleh Dr. Anis Masduki, Lc., M.S.I., yang mengupas tuntas makna filosofis di balik tradisi saling memaafkan. Ia menjelaskan bahwa esensi dari halalbihalal adalah upaya untuk menurunkan ego, melepaskan ganjalan hati, dan memperbaiki hubungan antarmanusia. Menurutnya, atmosfer positif yang dibangun oleh para guru melalui keramahan yang tulus akan menjadi magnet penarik bagi kenyamanan belajar para siswa.

"Ketika para pendidik mampu menghadirkan kebahagiaan di lingkungan sekolah, maka madrasah akan otomatis bertransformasi menjadi tempat menuntut ilmu yang sangat dirindukan oleh anak didik," jelas Dr. Anis Masduki dalam ceramahnya.

Di samping itu, Dr. Anis juga menyoroti pentingnya peran guru sebagai benteng moral bagi Generasi Alfa yang saat ini tumbuh di tengah gempuran media sosial. Ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi, sentuhan spiritual dan bimbingan langsung dari seorang guru tetap tidak bisa tergantikan dalam membentuk karakter remaja. Pertemuan khidmat ini kemudian diakhiri dengan sesi ramah tamah, pembagian hadiah hiburan, serta bersalam-salaman antaranggota civitas akademika.