man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Perkuat Wawasan Kebangsaan, Siswa MAN 3 Bantul Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Eksplorasi Bali

Abban Said

Kontributor

86
Sabtu, 24 Januari 2026 · 07:51 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) – Mengombinasikan penguatan spiritual dan wawasan kebangsaan, seluruh siswa kelas XI MAN 3 Bantul menggelar kegiatan Wisata Religi dan Budaya. Perjalanan edukatif ini membawa para siswa melintasi dua pulau, dimulai dari perhentian khidmat di makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Jawa Timur, hingga menyisir keindahan budaya di Pulau Dewata. Di Jombang, suasana religius terasa kental saat para siswa dan wali kelas bersimpuh doa di makam sang Guru Bangsa. Ziarah ini bukan sekadar tradisi, melainkan upaya sekolah untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan keteladanan ulama besar kepada generasi muda.

Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto,S.Ag.,M.S.I menyampaikan bahwa perjalanan ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara intelektualitas dan karakter. "Kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian terhadap sejarah bangsa," ujarnya di sela-sela kegiatan. Beliau berharap, dengan melihat langsung peninggalan sejarah dan religi, siswa dapat menyerap nilai-nilai moderasi beragama. Selepas dari Jombang, rombongan melanjutkan perjalanan menyeberangi Selat Bali menuju destinasi yang kaya akan nilai kearifan lokal.

Memasuki hari pertama di Bali, rombongan disuguhi panorama Pura Ulun Danu Beratan yang tenang di Bedugul, sebelum mencicipi kreativitas lokal di pusat belanja Joger. Tak hanya wisata visual, aspek sosiokultural juga diperdalam melalui kunjungan ke Desa Adat Penglipuran. Di sana, para siswa belajar langsung mengenai tata ruang dan pelestarian adat yang membuat desa tersebut menyabet predikat sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Memasuki Rabu (21/1), antusiasme tetap membara saat siswa mengunjungi Museum Bajra Sandhi untuk membedah sejarah perjuangan rakyat Bali. Dari sana, perjalanan bergeser ke pesisir Pantai Pandawa dan memuncak di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park.

Di bawah langit senja, para siswa terpukau oleh pertunjukan Tari Kecak yang magis, sebuah perpaduan seni gerak dan suara yang menjadi identitas budaya Indonesia di mata dunia. Perjalanan ditutup pada Kamis (22/1) di Tanah Lot, di mana para siswa menikmati siluet pura di atas karang sebelum bertolak kembali ke Yogyakarta. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran terbaik tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan keragaman tradisi. Kini, rombongan dalam perjalanan pulang dengan membawa bekal pengalaman berharga yang diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang lebih inklusif dan berwawasan luas. (Ris)