Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Di tengah gempuran distraksi digital, MAN 3 Bantul (Mantaba) terus berikhtiar menjaga marwah literasi di kalangan generasi Z. Melalui Perpustakaan Ulil Albab, madrasah ini meluncurkan dua program unggulan sekaligus, yakni "Wisata Literasi" dan "Belik Sakti" (Beli Buku Sesuka Hati). Langkah strategis ini dimatangkan dalam rapat koordinasi intensif di Ruang Co-Working Space MAN 3 Bantul, Jumat (24/04/2026).
Program ini bukan sekadar agenda tambahan, melainkan sebuah manifestasi dari reposisi fungsi perpustakaan madrasah. Jika selama ini perpustakaan identik dengan tumpukan buku statis, melalui konsep Wisata Literasi, siswa diajak melakukan outbound learning untuk menyerap ilmu secara kontekstual langsung dari sumbernya di lapangan.
Sementara itu, "Belik Sakti" hadir sebagai jawaban atas kerinduan akan pendalaman karya sastra. Program ini didesain sebagai laboratorium kreatif bagi siswa untuk membedah literasi klasik sekaligus mengonversinya menjadi bakti nyata melalui karya tulis yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kepala Perpustakaan MAN 3 Bantul menegaskan bahwa penguatan literasi adalah investasi peradaban. "Kami ingin menghidupkan kembali roh literasi yang bermakna. Dengan sinergi lintas lini, perpustakaan kini bertransformasi menjadi pusat inkubasi gagasan yang dinamis dan rekreatif bagi siswa," ujarnya di sela-sela rapat yang berlangsung hangat tersebut.
Rapat tersebut juga menyoroti aspek teknis digitalisasi karya. Hasil dari bedah literasi dan kunjungan edukatif nantinya akan dikurasi untuk dipublikasikan pada media digital, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Pemanfaatan Ruang Co-Working sebagai lokasi koordinasi pun merepresentasikan semangat modernitas yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai intelektual.
Inisiatif MAN 3 Bantul ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi satuan pendidikan lain dalam meningkatkan indeks literasi nasional. Melalui program yang terstruktur dan terukur, madrasah ini optimis dapat mencetak penulis-penulis muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman karakter dan kepedulian sosial yang tinggi. (Ris)