◷ | WIB
man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Rajut Silaturahmi Lewat Pengajian, MAN 3 Bantul Lepas Pegawai Mutasi dengan Doa dan Harapan Baru

Admin

Kontributor

6
Sabtu, 26 September 2026 · 03:56 WIB
Blog Image

BANTUL (MAN 3 Bantul) – Keluarga besar Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul menggelar agenda Pengajian Keluarga "Guyub Rukun" sekaligus Pembinaan Pegawai pada Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di Rumah Makan Limasan Klampok, Bantul ini dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, S.Ag., M.S.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan rutin tiga bulanan ini sebagai wadah mempererat ikatan kekeluargaan antar-GTK. Dr. Suyanto juga mengajak seluruh jajaran GTK untuk terus memanjatkan doa dan berikhtiar agar MAN 3 Bantul senantiasa bertransformasi dan berkembang sesuai dengan slogan “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia”.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan momen pelepasan Syamsul Anam, pendidik MAN 3 Bantul yang mendapat amanah baru sebagai Kepala MTsN 8 Bantul terhitung mulai 1 Oktober. Dalam kesempatan pamitannya, Syamsul Anam menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kebersamaan, sinergi, dan kehangatan kekeluargaan selama lebih dari 10 tahun mendedikasikan diri di MAN 3 Bantul. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan serta memohon doa restu untuk mengemban tugas kepemimpinan yang baru.

Menanggapi hal tersebut, Kepala MAN 3 Bantul memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian panjang Syamsul Anam. Beliau menegaskan bahwa meskipun berpindah tempat tugas, ikatan silaturahmi dan kekeluargaan dengan MAN 3 Bantul akan tetap terjaga rapat.

Memasuki acara inti, hadir sebagai penceramah utama pimpinan pondok pesantren sekaligus dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Institut Al Quran dan Studi Keislaman Sunan Pandanaran, Dr. H. Mardjoko Idris, M.Ag. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas pemaknaan Surah Fatir ayat 32 mengenai tiga kriteria umat Islam: Zalimun Linafsihi (orang yang menzalimi diri sendiri), Muqtashid (golongan pertengahan), dan Sabiqun bil Khairat (golongan yang berlomba dalam kebaikan). Beliau mengorelasikan konsep Al-Qur'an tersebut ke dalam peran dan kualifikasi pendidik di madrasah.

"Seorang guru ideal hendaknya berikhtiar menjadi tipe Sabiqun bil Khairat, yakni pendidik yang tidak hanya siap secara materi, tetapi juga memiliki kedalaman wawasan yang melampaui kurikulum harian," paparnya di hadapan seluruh peserta.

Lebih lanjut, penceramah menegaskan empat pilar utama kompetensi yang wajib dikuasai oleh guru madrasah, meliputi: penguasaan materi secara menyeluruh, penerapan variasi strategi pembelajaran interaktif, perumusan tujuan pembelajaran yang terukur, serta pelaksanaan evaluasi yang berkeadilan.

Terkait sistem evaluasi, Dr. H. Mardjoko Idris mengingatkan pentingnya empati pendidik dalam menyusun instrumen penilaian. Beliau mengibaratkan ujian bagi siswa seperti momen panen bagi para petani.

"Hari ujian seharusnya disambut siswa dengan penuh rasa optimis dan senyuman karena materi yang diujikan adalah apa yang telah mereka pelajari, bukan justru menimbulkan kecemasan akibat soal yang tidak sesuai dengan proses pembelajaran di kelas," tambahnya.

Melalui perpaduan penguatan spiritual, peningkatan kompetensi, serta pemeliharaan tali silaturahmi, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi jajaran GTK MAN 3 Bantul dalam mencetak generasi peserta didik yang unggul, beriman, dan berakhlak mulia. (Ris)