Sumiyati
Kontributor
BANTUL (MAN 3 Bantul) - Pertemuan rutin sekaligus agenda Syawalan yang digelar oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA/MA Kabupaten Bantul menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kualitas pendidik. Kelompok guru ini memanfaatkan suasana Idulfitri untuk memperkuat komitmen profesional serta moral pengajar dalam membimbing generasi muda. Acara yang dikemas penuh keakraban tersebut berlangsung di kawasan Kampung Mataram, Ringroad Selatan, Sewon, Selasa(14/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala SMAN 1 Kasihan sekaligus praktisi pendidikan senior, Drs. Sutrisno, M.B.A., sebagai pembicara utama. Dalam ulasannya, beliau menekankan bahwa guru masa kini memikul tanggung jawab besar untuk menjadi teladan yang baik serta menjaga reputasi profesi di tengah masyarakat. Pengajar dituntut menguasai lima aspek krusial, mulai dari kekuatan moral, adaptasi teknologi, kemauan belajar secara kontinu, sikap adil, hingga pemahaman terkait regulasi hukum.
"Pendidik yang hebat adalah mereka yang terus mengasah kemampuan diri, sebab di tengah kemajuan teknologi, rasa kepedulian serta keteladanan nyata dari guru tidak akan pernah bisa digantikan oleh robot pintar," jelas Sutrisno sewaktu memotivasi para peserta forum.
Di samping mematangkan kompetensi personal, forum guru ini juga menyepakati sejumlah langkah taktis untuk mendukung program literasi dan seni. Para peserta rapat mulai memetakan strategi persiapan menjelang kompetisi FLS3N tingkat kabupaten serta seleksi ajang Musikalisasi Puisi yang diadakan oleh Balai Bahasa Yogyakarta. Koordinasi awal ini sangat penting agar sekolah-sekolah di Bantul bisa mengirimkan perwakilan siswa terbaik mereka secara maksimal.
Pembahasan mengenai penerapan sistem informasi data guru yang baru bernama SINDARA juga menjadi fokus perhatian para pendidik dalam pertemuan tersebut. Platform digital ini diharapkan mampu mengintegrasikan ekosistem belajar antarguru demi mendongkrak mutu pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta secara merata. Melalui kolaborasi ini, MGMP Bahasa Indonesia Bantul optimis dapat terus mencetak jajaran guru yang adaptif, berintegritas, dan tangguh di era digital.