Sumiyati
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Program dakwah digital SUWAIBA (Asupan Jiwa Inspiratif MANTABA) kembali menghadirkan tausiyah reflektif di bulan suci Ramadan 1447 H. Pada episode ke-20 yang tayang Rabu (11/03/2026), Nadzirani Nourin Aulia, siswi kelas XII D MAN 3 Bantul, menyampaikan materi bertema “Perjalanan Hati Menuju Perubahan”. Melalui tayangan di kanal YouTube resmi madrasah, ia mengajak penonton untuk memahami bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri secara menyeluruh.
Dalam tausiyahnya, Nadzirani menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Ramadan tidak seharusnya diukur dari hal-hal lahiriah saja, seperti banyaknya kegiatan atau tradisi yang dilakukan, melainkan dari sejauh mana seseorang mampu menjaga sikap, ucapan, dan niat selama menjalankan ibadah. Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk membersihkan hati dari kebiasaan buruk dan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Ia juga menekankan bahwa ujian sebenarnya justru datang setelah Ramadan berakhir. Perubahan yang terjadi selama bulan suci harus tetap dijaga agar tidak kembali pada kebiasaan lama. Menurutnya, puasa akan bernilai jika mampu melahirkan pribadi yang lebih sabar, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, setiap Muslim diharapkan menjadikan Ramadan sebagai titik awal untuk memperbaiki akhlak, bukan hanya perubahan sementara.
Melalui program SUWAIBA, MAN 3 Bantul terus memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan cara yang kreatif dan relevan dengan kehidupan generasi muda. Keterlibatan siswa dalam kegiatan dakwah digital ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus memperkuat pemahaman spiritual. Dengan adanya program tersebut, madrasah berharap nilai-nilai Ramadan tidak hanya dipahami sebagai rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi jalan menuju perubahan diri yang lebih baik.