man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Sosialisasi Polda DIY di MAN 3 Bantul: Memperkuat Benteng Pengabdian Melalui Kesadaran Bahaya Radikalisasi

Abban Said

Kontributor

52
Senin, 19 Januari 2026 · 07:08 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) - Mengawali kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada semester baru, Senin (5/1), dengan menggelar apel pagi bersama seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta siswa-siswi. Kegiatan rutin ini menjadi istimewa karena kehadiran Ida Bagus selaku perwakilan dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) yang bertindak sebagai pembina upacara. Kehadiran pihak kepolisian di tengah lingkungan pendidikan ini bertujuan untuk memberikan edukasi strategis mengenai penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi seluruh warga madrasah.

Dalam amanatnya, Ida Bagus memberikan penekanan khusus pada bahaya radikalisasi yang kerap menyasar generasi muda melalui berbagai kanal informasi digital. Radikalisasi dinilai berbahaya karena prosesnya sering kali bersifat persuasif dan mampu mengubah pola pikir seseorang menjadi ekstrem secara perlahan. Jika tidak diantisipasi, paham ini berpotensi memutus tali persaudaraan antar sesama warga negara dan mengikis semangat toleransi yang telah menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

 

Bahaya utama dari radikalisasi mencakup aspek psikologis dan sosial, di mana individu yang terpapar cenderung menutup diri dari perbedaan serta mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan intoleran. Secara lebih luas, radikalisasi dapat mengancam stabilitas nasional karena mendorong upaya penggantian ideologi negara dengan cara-cara yang bertentangan dengan hukum. Bagi pelajar, terpapar paham ekstrem dapat menghambat fokus prestasi akademik dan merusak masa depan mereka karena keterlibatan dalam gerakan yang tidak produktif.

Pihak Polda DIY juga mengingatkan bahwa lingkungan madrasah harus menjadi filter pertama dalam menangkal persebaran paham radikal. Siswa-siswi diharapkan memiliki sikap kritis terhadap setiap informasi yang mereka terima, terutama dari media sosial yang tidak jelas sumbernya. Penanaman nilai moderasi beragama dan penguatan karakter cinta tanah air menjadi instrumen penting agar para siswa tidak mudah tergiur oleh janji-janji ideologi yang menjanjikan solusi instan melalui jalur kekerasan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum semakin solid dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Kepala MAN 3 Bantul beserta jajarannya menyambut baik arahan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki integritas moral yang kokoh. Kegiatan apel pagi ini ditutup dengan semangat baru dari seluruh peserta untuk menjalani semester dengan penuh kedisiplinan dan kewaspadaan terhadap segala bentuk ancaman ideologi.(Ris)