man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

SUWAIBA Episode 17 Bahas Doomscrolling, Guru IT MAN 3 Bantul Ingatkan Bahaya Lalai di Bulan Ramadan

Sumiyati

Kontributor

35
Selasa, 10 Maret 2026 · 07:56 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul)  – Program dakwah digital SUWAIBA (Asupan Jiwa Inspiratif MANTABA) yang diselenggarakan MAN 3 Bantul kembali menghadirkan tema yang dekat dengan kehidupan generasi muda pada Episode ke-17, Senin (09/03/2026). Dalam tayangan yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi madrasah tersebut, pembahasan difokuskan pada kebiasaan menggunakan media sosial secara berlebihan atau dikenal dengan istilah doomscrolling. Kajian ini disampaikan oleh Sabrina Al Zahro, S.Pd., guru Informatika MAN 3 Bantul, yang mengajak pemirsa untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi, terutama di bulan Ramadan.

Dalam pemaparannya, Sabrina menjelaskan bahwa kebiasaan menggulir layar ponsel tanpa tujuan yang jelas dapat menghabiskan waktu dan mengganggu konsentrasi. Ia mengibaratkan doomscrolling seperti aplikasi yang terus berjalan di latar belakang sehingga menguras energi pikiran. Akibatnya, ketika waktu ibadah tiba, seseorang sering merasa malas atau kurang fokus karena perhatian sudah tersita oleh aktivitas digital yang tidak bermanfaat.

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan waktu yang sangat berharga sehingga perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Waktu yang terbatas seharusnya diisi dengan kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah, bukan justru habis untuk hal yang tidak penting. Selain itu, setiap aktivitas yang dilakukan, termasuk di dunia digital, tetap akan dipertanggungjawabkan sehingga seseorang harus lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Sebagai solusi, Sabrina mengajak pemirsa untuk mulai mengatur penggunaan gawai dengan lebih bijak, seperti memperbanyak mendengarkan murottal, membaca Al-Qur’an melalui aplikasi, serta membatasi notifikasi yang dapat mengganggu fokus ibadah. Melalui kajian SUWAIBA ini, MAN 3 Bantul berharap generasi muda mampu menjadi pribadi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi sekaligus tetap menjaga kekuatan spiritual, sehingga Ramadan dapat dijalani dengan lebih bermakna