man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

SUWAIBA MAN 3 Bantul Ajak Siswa Raih Kesuksesan Ramadan dengan Membersihkan Hati

Sumiyati

Kontributor

45
Sabtu, 14 Maret 2026 · 00:31 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) – Program dakwah digital SUWAIBA (Asupan Jiwa MANTABA) kembali menghadirkan tausiyah inspiratif dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 H. Pada episode ke-19 yang tayang Rabu (11/03/2026), MAN 3 Bantul menghadirkan Tri Kusuma, mahasiswa Program Latihan Profesi (PLP) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang menyampaikan materi bertema “Kesuksesan di Bulan Ramadan”. Dalam kajian tersebut, ia mengajak penonton untuk memahami bahwa keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari menahan lapar dan dahaga, tetapi dari perubahan sikap dan kebersihan hati.

Dalam penyampaiannya, Tri menegaskan bahwa Allah SWT menilai manusia bukan dari penampilan atau harta, melainkan dari hati dan amal perbuatannya. Ia mengingatkan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum memperbaiki diri secara bertahap melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti menjaga ucapan, mengendalikan emosi, serta meluruskan niat dalam beribadah. Menurutnya, perubahan sederhana yang dilakukan dengan istiqamah justru memiliki nilai besar di sisi Allah.

Ia juga mengingatkan tentang bahaya yang sering tidak disadari, yaitu hilangnya ketenangan hati saat menjalankan ibadah. Musibah terbesar, menurutnya, bukan hanya kesulitan lahiriah, tetapi ketika seseorang tidak lagi merasakan kedekatan dengan Allah. Jika Ramadan tidak membawa perubahan ke arah yang lebih baik, maka hal tersebut perlu menjadi bahan renungan agar setiap orang dapat memperbaiki kualitas iman dan amalnya.

Melalui program SUWAIBA, MAN 3 Bantul terus berkomitmen menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan relevan bagi generasi muda. Kehadiran mahasiswa PLP sebagai narasumber memberi warna baru sekaligus menjadi inspirasi bahwa generasi muda mampu menyampaikan pesan keagamaan dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Diharapkan, tausiyah ini dapat memotivasi siswa untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal menuju pribadi yang lebih baik, baik secara spiritual maupun perilaku.