◷ | WIB
man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Tanamkan Integritas, MAN 3 Bantul Padukan Kedisiplinan dengan Kearifan Lokal

Sumiyati

Kontributor

7
Senin, 06 April 2026 · 13:52 WIB
Blog Image

BANTUL (MAN 3 Bantul) - Kegiatan apel pagi kembali digelar di halaman MAN 3 Bantul, Senin (6/4/2026), dengan diikuti oleh ratusan siswa beserta seluruh tenaga pendidik. Agenda rutin ini tidak sekadar menjadi formalitas mingguan, melainkan dimanfaatkan sebagai wadah strategis untuk membangun integritas karakter generasi muda. Di tengah terpaan modernisasi, madrasah ini secara konsisten memilih jalan untuk merawat akar budaya leluhur sebagai fondasi utama pendidikan moral para siswanya.

Guru yang bertindak sebagai pembina upacara, Shinta, menyampaikan pandangannya bahwa kecerdasan otak tidak akan memiliki nilai jual yang tinggi tanpa disertai konsistensi sikap. Momentum pertemuan di awal pekan tersebut sengaja dirancang agar para pelajar mampu berkaca mengenai seberapa jauh tingkat komitmen mereka terhadap manajemen waktu selama menuntut ilmu. Ia menekankan bahwa pengendalian diri yang kuat adalah modal paling mendasar untuk menyongsong kompetisi di masa depan.

"Kecerdasan intelektual yang tinggi tanpa dibarengi dengan keteguhan disiplin yang kuat hanya akan menjadi sebuah potensi yang berakhir sia-sia," ujar Shinta dengan tegas saat memberikan amanat di depan barisan peserta apel.

Lebih lanjut, ia mengupas tuntas sebuah bait nasihat klasik masyarakat Jawa yang berbunyi: “Ajining diri ono ing kendaling lati, ajining sariro ono ing busono, ajining awak ono ing tumindak.” Makna mendalam dari filosofi tersebut mengajarkan kepada seluruh warga sekolah bahwa kehormatan sejati seseorang tercermin dari kepiawaian dalam mengontrol ucapan, kesopanan dalam berpakaian, serta keluhuran akhlak dalam bertingkah laku sehari-hari.

Penerapan konsep kearifan lokal ini dinilai sangat vital dalam membentuk lulusan madrasah yang tidak hanya unggul di bidang akademis, tetapi juga memiliki kelembutan budi pekerti. Setelah sesi wejangan karakter selesai, rangkaian apel pagi tersebut ditutup dengan pembacaan doa bersama secara khidmat. Harapannya, nilai-nilai etika dan kedisiplinan yang dipupuk sejak dini ini dapat menjadi kompas penuntun hidup bagi para siswa saat mereka terjun ke tengah masyarakat kelak.