Sumiyati
Kontributor
BANTUL (MAN 3 Bantul) - MAN 3 Bantul terus memperkuat statusnya sebagai madrasah unggulan berbasis riset dengan mengadakan pelatihan intensif penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk seluruh pelajar kelas XI. Kegiatan ini dirancang sebagai instrumen untuk melatih cara berpikir kritis siswa sebelum mereka menghadapi ujian presentasi hasil penelitian pada bulan depan. Selain menjadi agenda akademik berkala, ketuntasan karya ilmiah ini juga ditetapkan sebagai salah satu syarat wajib untuk kenaikan kelas, Selasa(14/4/2026).
Pelatihan ini menghadirkan mentor riset madrasah sekaligus alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM), Mas Aji, guna membakar semangat para siswa. Ia menjelaskan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah merupakan modal yang sangat berharga ketika para siswa kelak melanjutkan studi ke bangku kuliah. Lebih lanjut, ia mengapresiasi kebijakan madrasah yang tidak hanya memberikan pengarahan teori, tetapi juga memberikan sokongan dana khusus demi menyukseskan penelitian mandiri siswa.
"Kalian sangat beruntung karena ekosistem riset di madrasah ini sudah tertata rapi sejak dini, bahkan pihak sekolah memberikan bantuan dana agar eksperimen atau observasi kalian bisa berjalan lancar," kata Mas Aji di hadapan para peserta.
Dalam sesi tersebut, para pelajar diajak untuk lebih peka dalam mengamati berbagai fenomena di lingkungan sekitar, baik yang berkaitan dengan ranah sains teknologi maupun bidang sosial humaniora. Narasumber menegaskan bahwa sebuah penelitian yang berbobot tidak harus selalu membahas topik yang rumit, melainkan bisa beranjak dari isu sederhana sehari-hari yang dekat dengan kehidupan remaja. Pola pikir inilah yang akan mengubah peran siswa dari sekadar pembaca berita menjadi penemu solusi atas sebuah masalah.
"Riset yang baik akan melatih kalian untuk tidak lagi menjadi penonton informasi, melainkan pencipta solusi atas problematika yang ada," imbuhnya memberikan motivasi.
Secara terpisah, Kepala MAN 3 Bantul menegaskan bahwa kewajiban menyusun KTI ini merupakan langkah konkret sekolah untuk menggeser metode belajar yang hanya mengandalkan hafalan materi. Melalui bimbingan berkelanjutan dari tim guru dan instruktur yang kompeten, pihak madrasah menargetkan lahirnya generasi muda yang inovatif. Inovasi ini diharapkan mampu membawa nama lembaga bersaing ketat di kancah perlombaan riset tingkat nasional.