Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Suasana ruang laboratorium di MAN 3 Bantul mendadak riuh dan penuh keceriaan pada Senin (26/1). Bukan tanpa alasan, para siswa kelas XII sedang melaksanakan Ujian Praktik Kimia yang mungkin menjadi ujian paling dinantikan: membuat es putar tradisional. Ujian praktik ini bukan sekadar ajang makan bersama, melainkan penerapan langsung dari materi Sifat Koligatif Larutan, khususnya mengenai Penurunan Titik Beku Larutan.
Sains di Balik Lezatnya Es Putar
Dalam praktik ini, para siswa menggunakan campuran es batu dan garam kasar sebagai media pendingin. Secara ilmiah, penambahan garam pada es batu berfungsi untuk menurunkan titik beku air.
"Seru banget! Awalnya pegal karena harus mutar wadahnya terus-menerus, tapi pas lihat adonan susunya mulai membeku jadi es, rasa capeknya hilang. Ternyata kimia seseru ini kalau dipraktikkan langsung," ujar salah satu siswa sambil menunjukkan hasil es putarnya.
Proses Pembuatan yang Menantang
Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Dengan duduk lesehan secara melingkar, mereka berbagi tugas:
• Menyiapkan Media: Mencampur es batu dengan garam di dalam wadah besar.
• Proses Pembekuan: Memutar wadah berisi adonan es secara konsisten agar suhu dingin merata.
• Penyajian: Menambahkan topping seperti biskuit cokelat dan saus cokelat untuk mempercantik hidangan.
Guru pembimbing menyatakan bahwa metode ini sangat efektif agar siswa tidak hanya menghafal rumus , tetapi juga memahami fenomena fisiknya di dunia nyata.
Hasil Akhir yang Memuaskan
Ujian diakhiri dengan sesi mencicipi bersama. Wajah-wajah ceria tampak menghiasi ruangan saat mereka menikmati es putar hasil kerja keras sendiri. Praktik ini membuktikan bahwa belajar sains tidak harus selalu kaku di atas kertas, tapi bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan mengenyangkan. (nik)