Admin
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul menggelar aksi peduli lingkungan bertajuk "Pengamalan Nilai Ekoteologi Melalui Penanaman Bakau dan Pembersihan Pantai" di Pantai Baros, Selasa (11/08/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh jajaran pengurus DWP Kemenag Bantul, warga pesisir, serta perwakilan tenaga pendidik. MAN 3 Bantul turut mengutus dua gurunya, yaitu Sumiyati, S.Pd., M.A. (guru Bahasa Indonesia) dan Yani Tri Harsiwi, S.Pd. (guru Geografi).
Aksi lingkungan ini diselenggarakan bertepatan dengan momen refleksi satu tahun masa tugas kepengurusan DWP Kemenag Bantul. Acara diawali dengan pemaparan nilai-nilai ekoteologi, yakni refleksi spiritual yang menegaskan peran manusia sebagai khalifah fil ardh untuk menjaga dan merawat alam, bukan mengeksploitasinya. Alam semesta dipandang sebagai entitas hidup yang membutuhkan keseimbangan dan pemeliharaan secara berkelanjutan.
Pemaparan tersebut juga menyoroti krisis lingkungan yang marak terjadi, seperti praktik pengerukan pasir liar di sepanjang pesisir selatan dari kawasan Parangtritis hingga Kulon Progo. Penekanan pada keharmonisan hubungan antara Tuhan, Manusia, dan Alam menjadi pijakan penting yang harus ditanamkan kepada generasi penerus.
Sebagai bentuk aktualisasi ajaran ekoteologi, para peserta turun langsung menanam bibit mangrove dan menyisir sampah di sepanjang garis pantai. Peserta memindahkan bibit dari polybag, mengikatnya pada bambu penyangga agar kokoh menerjang ombak, lalu menanamnya hingga menyusuri area 200 meter ke arah barat.
Meski kondisi air laut sedang pasang, aksi penanaman tetap berlangsung lancar dan hangat dengan semangat gotong royong serta mengutamakan keselamatan.
Bagi para tenaga pendidik, aksi ini menjadi sarana edukasi dan keteladanan nyata. Sumiyati menyampaikan bahwa keterlibatannya merupakan wujud pembelajaran karakter berbasis keimanan.
"Menjaga alam bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan bagian dari ibadah dan pengamalan keimanan kita kepada Sang Pencipta," tutur Sumiyati.
Dari sudut pandang geografis, Yani Tri Harsiwi menekankan krusialnya keberadaan vegetasi mangrove di kawasan pesisir. Menurutnya, hutan bakau berperan sebagai benteng ekologis alami yang efektif meredam abrasi serta melindungi daratan dari ancaman gelombang pasang.
Melalui aksi nyata ini, DWP Kemenag Bantul bersama para pendidik mengajak masyarakat dan warga sekolah untuk terus merawat bumi. Langkah kecil di Pantai Baros ini diharapkan menjadi ikhtiar berkelanjutan demi melestarikan alam bagi generasi mendatang. (ris)