Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Sebagai langkah strategis pembinaan prestasi sejak dini, MAN 3 Bantul menggelar kegiatan Try Out Olimpiade Sains Nasional (OSN) atau Kompetisi Sains Madrasah (KSM) bagi 44 siswa Kelas X terpilih. Kegiatan simulasi yang berlangsung di lingkungan madrasah pada Senin (15/6/2026) ini menjadi tolak ukur kesiapan akademik dan mental sebelum para peserta bertanding secara resmi dalam ajang tingkat Kabupaten Bantul, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis hingga Jumat, 18–19 Juni 2026 mendatang.
Sebagai informasi, seluruh peserta yang mengikuti latihan uji coba ini merupakan siswa kelas X yang telah lolos seleksi internal madrasah. Keikutsertaan siswa kelas awal dalam ajang kompetisi tingkat kabupaten ini merupakan bagian dari program strategis madrasah untuk membibitkan atlet akademik sejak dini, mengingat mereka adalah aset masa depan yang akan membawa nama madrasah di kompetisi-kompetisi tahun-tahun mendatang.
Kepala MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, S.Ag., M.S.I., M.Pd., dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan biasa, melainkan investasi jangka panjang bagi mutu pendidikan di madrasah.
"Kami tidak hanya mengejar hasil juara semata, tetapi lebih dari itu, ingin membangun budaya literasi sains dan daya nalar kritis sejak dini. Siswa Kelas X adalah bibit unggul kami. Pengalaman bertanding di tingkat kabupaten tahun ini akan menjadi bekal berharga dan modal utama bagi mereka untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi, baik provinsi maupun nasional, di tahun-tahun mendatang," ujar Dr. Suyanto.
Secara teknis, simulasi yang dilaksanakan hari ini disusun sangat ketat dan menyerupai kondisi sesungguhnya. Tim pembimbing menyusun materi soal berdasarkan kisi-kisi resmi dan indikator capaian pembelajaran yang sama persis dengan standar kompetisi. Tingkat kesulitan soal, karakteristik pertanyaan yang menuntut analisis tinggi, hingga alokasi waktu pengerjaan diatur sedemikian rupa agar siswa terbiasa dengan tekanan dan mampu menyusun strategi penyelesaian masalah yang efektif.
Kegiatan ini juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi akademik. Hasil pengerjaan soal akan dianalisis secara mendalam untuk memetakan kompetensi dasar yang sudah dikuasai maupun materi yang masih memerlukan pendalaman. Diskusi dan pembahasan soal akan dilakukan secara intensif pasca kegiatan, guna memastikan setiap peserta memahami konsep yang benar dan siap menghadapi tantangan di hari pelaksanaan resmi nanti.
Menariknya, pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah tahun ini menerapkan sistem daring sepenuhnya di masing-masing satuan pendidikan. Guna menjamin prinsip integritas, kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas sesuai panduan Kementerian Agama, proses pengerjaan soal di ruang ujian MAN 3 Bantul nantinya akan diawasi langsung oleh guru pengawas serta dipantau secara real-time melalui siaran langsung (Live Streaming) di kanal YouTube resmi MAN 3 Bantul. Langkah ini diambil untuk menjaga kredibilitas kompetisi dan memastikan persaingan berjalan sehat serta adil.
Melalui persiapan yang terstruktur, terukur, dan berbasis data ini, MAN 3 Bantul menaruh harapan besar agar para siswa Kelas X yang bertanding mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Madrasah bertekad mencetak juara-juara baru yang mampu melaju ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus menegaskan eksistensi MAN 3 Bantul sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam karakter, kokoh dalam iman, dan berdaya saing tinggi dalam bidang sains dan teknologi. (Ris)