Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Jumat, 29 Mei 2026. Menyambut datangnya Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, suasana religius dan kebersamaan menyelimuti lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul. Bertempat di Gazebo utama madrasah, digelar kegiatan lomba lantunan takbir yang diikuti oleh perwakilan peserta didik kelas X dan XI, yang berlangsung khidmat mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini mendapat sambutan dan antusiasme luar biasa dari seluruh warga madrasah. Sebagai bentuk partisipasi aktif, setiap kelas menugaskan perwakilan sebanyak 3 hingga 5 siswa untuk turun bertanding menyajikan lantunan terbaiknya.
Diselenggarakan oleh Unit Keagamaan, ajang ini bukan sekadar kompetisi semata, melainkan strategi madrasah dalam menanamkan nilai-nilai keimanan. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa kecintaan kepada Allah SWT, melestarikan tradisi takbiran sebagai warisan budaya Islam, melatih kekompakan dan kerja sama tim, serta mempererat ukhuwah islamiyah di kalangan pelajar dalam momentum suci Iduladha.
Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok peserta tampil dengan penuh percaya diri, kesiapan matang, dan menjunjung tinggi kekhidmatan. Beragam irama dan nada indah mengantar lantunan kalimat tauhid bergema memenuhi udara, seolah menjadi simfoni penyambung kasih sayang antar sesama makhluk. Penampilan yang memukau ini tak hanya memanjakan pendengaran, tetapi juga menyentuh rasa keagamaan para penonton yang sebagian besar adalah teman sejawat mereka, yang hadir memberikan dukungan moral sepenuh hati.
Dewan juri yang ditunjuk telah menetapkan indikator penilaian yang komprehensif dan mendalam. Aspek yang dinilai meliputi kebenaran dan kejelasan lafal bacaan sesuai kaidah tajwid, keindahan dan kesesuaian irama, kekompakan gerak dan suara antar anggota kelompok, serta yang terpenting adalah penghayatan dan pemahaman makna mendalam dari kalimat takbir yang dilantunkan. Hal ini dimaksudkan agar lomba tidak hanya menilai keindahan suara, tetapi juga pemahaman makna ibadah.
Suasana acara berlangsung sangat kondusif, tertib, namun tetap meriah dan akrab.
Semangat sportivitas dan kebersamaan sangat terasa kental; peserta saling mendoakan kebaikan satu sama lain, sementara penonton menyambut setiap penampilan dengan tepuk tangan meriah dan apresiasi tulus. Salah satu guru pembina yang hadir mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana pembentukan karakter yang sangat efektif bagi peserta didik.
"Melalui lomba ini, kami berharap para siswa tidak hanya terlatih untuk bersaing secara sehat dan berprestasi, tetapi juga semakin mencintai ajaran agama serta menjaga nilai kebersamaan. Inilah inti hakiki dari perayaan Iduladha: menanam semangat pengorbanan, kepedulian, dan persaudaraan yang kokoh," ungkap beliau.
Hingga rangkaian acara berakhir, tim juri masih menyelesaikan proses rekapitulasi dan perhitungan akhir nilai. Panitia pelaksana memutuskan bahwa penetapan juara dan pengumuman pemenang belum disampaikan hari ini. Hasil lengkap akan dibacakan secara resmi di hadapan seluruh warga madrasah pada pelaksanaan upacara bendera esok hari, atau pada apel pagi Senin mendatang, agar pencapaian para pemenang mendapatkan apresiasi yang layak dan menyeluruh.
Meski pemenang belum ditetapkan, seluruh peserta dipandang telah berhasil menjadi pemenang dalam hal pengamalan nilai keagamaan. Keberanian tampil, persiapan yang sungguh-sungguh, dan kekompakan tim menjadi kemenangan yang sesungguhnya. Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi. Diharapkan, gema takbir yang terdengar pagi ini menjadi pembuka jalan bagi tertanamnya nilai-nilai luhur Iduladha, yang senantiasa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari seluruh sivitas akademika MAN 3 Bantul.(Ris)