man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Guru MAN 3 Bantul Ikuti Syawalan MGMP Matematika Bantul

Abban Said

Kontributor

96
Senin, 13 April 2026 · 23:35 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pondok Makan Jempol nDeso pada Kamis (9/4/2026). Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA/MA Kabupaten Bantul menggelar acara Syawalan sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus refleksi diri bagi para pendidik numerasi setelah menjalani bulan suci Ramadhan.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di dunia pendidikan Bantul, di antaranya Pengawas Kemenag Kabupaten Bantul, Bapak H. Sumarna, M.Pd., serta Ketua Pengawas SMA Kabupaten Bantul, Bapak Warsono, M.Pd. Kehadiran para pengawas ini memberikan bobot tersendiri bagi pertemuan yang menggabungkan nilai spiritualitas dengan semangat profesionalisme guru.

Ketua MGMP Matematika SMA/MA Bantul, Arif Wismono, M.Pd., dalam sambutannya memberikan analogi yang cukup unik dan khas matematika-fisika. Beliau menekankan pentingnya peningkatan "Power" atau daya dalam diri setiap pendidik. Menurutnya, Power ($P$) sangat bergantung pada sinergi energi dan efisiensi waktu.

"Dalam perspektif kita, jika kita bersegera dalam kebaikan maka selang waktunya ($\Delta t$) akan kecil. Secara matematis, dengan $\Delta t$ yang kecil, maka Power yang dihasilkan akan menjadi besar," ujar Arif Wismono. Pesan ini mengajak para guru untuk tidak menunda-nunda inovasi dan pengabdian agar dampak yang dihasilkan bagi siswa semakin maksimal.

Memasuki inti acara, Bapak H. Sumarna, M.Pd. menyampaikan tausiah mendalam mengenai hakikat syukur. Beliau mengingatkan bahwa syukur bukan sekadar ucapan, melainkan perisai dari azab Allah SWT. Dengan bersyukur, seorang guru tidak hanya akan merasa cukup secara batin, tetapi juga dijanjikan tambahan nikmat yang berlipat ganda dalam menjalankan tugas mulianya.

Lebih lanjut, H. Sumarna menekankan pentingnya sikap saling mengikhlaskan dan memaafkan. Beliau mengajak seluruh anggota MGMP untuk berani menyesali kesalahan masa lalu dan berkomitmen tidak mengulanginya. Puncak prosesi ini ditandai dengan pembacaan Ikrar Syawalan yang dilakukan secara khidmat oleh seluruh anggota yang hadir sebagai simbol luruhnya segala khilaf.

Dalam ceramahnya, beliau juga memberikan peringatan agar setiap individu berhati-hati dalam menjaga hubungan antarmanusia (hablum minannas). Kesalahan kepada sesama manusia harus segera diselesaikan dengan permohonan maaf yang tulus, karena beban dosa sosial seringkali menjadi penghambat keberkahan hidup jika tidak dituntaskan di dunia.

H. Sumarna juga memaparkan tiga indikator utama bagi seseorang yang dinyatakan "lulus" dari madrasah Ramadhan. Pertama adalah memiliki hati yang bersih dari penyakit batin, kedua mampu menjaga lisan dari ucapan yang menyakiti, dan ketiga adalah konsistensi atau istiqomah dalam menjalankan ibadah meski bulan puasa telah berlalu.

Kualitas ketakwaan seseorang setelah Ramadhan, menurut beliau, harus tercermin pada perilaku sosialnya. Salah satu amalan yang sangat ditekankan untuk menjaga keberkahan rezeki dan kesehatan mental adalah dengan merutinkan infaq, terutama Infaq Subuh yang disebut sebagai waktu paling mustajab untuk mengetuk pintu langit.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sembari menikmati hidangan khas pedesaan. Melalui pertemuan ini, MGMP Matematika SMA/MA Bantul berharap semangat "Power" yang bersinergi dengan hati yang fitri dapat membawa perubahan positif dalam kualitas pendidikan matematika di Kabupaten Bantul ke depannya. (Tri)