Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantu – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY menegaskan komitmennya dalam membangun karakter bangsa melalui jalur literasi. Hal ini dibuktikan melalui gelaran Festival Literasi yang dibarengi dengan peluncuran buku antologi "Aksara Cinta Ramadan" bertempat di Aula MAN 2 Kulon Progo, Kamis (23/04/2026).
Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum., didampingi Kabag TU H. Abd. Su'ud, S.Ag., M.S.I., Kabid Dikmad H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., serta Katim Kepegawaian dan Hukum H. Edy Purwanto, S.Pd., M.Pd.Si. Kehadiran jajaran pimpinan ini menunjukkan dukungan penuh institusi terhadap gerakan intelektual di lingkungan madrasah.
Dalam arahannya, Ahmad Bahiej menekankan bahwa literasi bukan sekadar kecakapan membaca-tulis, melainkan instrumen penting untuk menyebarkan pesan damai. Hal ini selaras dengan tema yang diusung dalam pengumpulan karya, yakni "Merawat Damai, Menjaga Negeri".
Dua Workshop Strategis: Antusiasme Guru Bahasa Indonesia MAN 3 Bantul
Guna memastikan keberlanjutan karya, festival ini menghadirkan dua kelas intensif yang diikuti oleh perwakilan madrasah se-DIY. Salah satu delegasi yang hadir aktif adalah guru Bahasa Indonesia dari MAN 3 Bantul, yang memfokuskan diri pada workshop penulisan puisi guna memperkaya strategi pengajaran literasi di madrasah asal.
Workshop penulisan puisi dipandu oleh Nur Hidayati, S.Pd.I, guru MAN 1 Kulon Progo sekaligus editor profesional dari Komunitas Yuk Menulis. Nur menetapkan standar kurasi yang ketat bagi para koordinator untuk menghimpun minimal 50 naskah dari elemen siswa hingga kepala sekolah dengan format baku.
"Target kita adalah kualitas yang terjaga. Dengan batasan 8-12 baris, penulis ditantang untuk memadatkan gagasan mengenai kedamaian negeri ke dalam diksi yang kuat," ujar Nur di sela-sela materi.
Sementara itu, pada sesi literasi religi, Sutanto, pegiat literasi yang juga guru MTsN 3 Bantul, membedah teknik penulisan kultum. Sutanto memberikan peta jalan bagi peserta—mulai dari penyusunan pengantar hingga struktur pesan yang efektif—agar konten dakwah di era digital memiliki dasar penulisan yang sistematis dan menyejukkan.
Apresiasi Madrasah Aktif Literasi Puncak acara ditandai dengan penganugerahan Juara Cipta Puisi Tingkat Provinsi serta penghargaan Madrasah Aktif Literasi. Melalui kegiatan yang berlangsung produktif selama tiga jam ini, Kanwil Kemenag DIY berharap lahirnya ribuan karya baru dapat menjadi sarana diplomasi damai yang efektif di tengah masyarakat. (Ris)