man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Jadi Guru 'Menyala', Guru MAN 3 Bantul Ikuti Syawalan dan Motivasi MGMP Bahasa Indonesia SMA/ MA Bantul

Abban Said

Kontributor

119
Jumat, 17 April 2026 · 00:53 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) – Momentum Idulfitri tidak sekadar menjadi ajang seremoni saling memaafkan bagi para pendidik di Kabupaten Bantul. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA/MA Kabupaten Bantul memanfaatkan energi Syawalan untuk melakukan refleksi mendalam mengenai penguatan karakter dan profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan zaman.

Bertempat di Kampung Mataram, Ringroad Selatan, Sewon. Selasa (14/4/2026), kegiatan bertajuk "Syawalan dan Motivasi" ini menjadi istimewa dengan kehadiran tokoh senior pendidikan, Drs. Sutrisno, M.B.A. Kepala SMAN 1 Kasihan tersebut hadir membedah urgensi peran guru yang tidak sekadar mengajar, namun mampu menginspirasi dan menjaga marwah profesi. Empat guru mata pelajaran bahasa indonesia MAN 3 Bantul turut serta mengikuti kegiatan ini. Keempat guru tersebut yaitu Sumiyati, Ris Mulyati, Nur Salamah, dan  Abban Said.

Lima Pilar Guru 'Menyala'
Dalam orasi motivasinya, Drs. Sutrisno menekankan bahwa guru adalah titik sentral perubahan. Beliau menggarisbawahi lima pilar utama yang harus dikuasi pendidik modern:
• Integritas Karakter: Menanamkan ketulusan, kesabaran, dan konsistensi sebagai kompas moral bagi siswa.
• Keseimbangan Pedagogik & Teknologi: Penguasaan materi harus berjalan beriringan dengan adaptabilitas teknologi dan kreativitas metode.
• Budaya Belajar Sepanjang Hayat: Aktif berefleksi melalui literasi dan keterbukaan terhadap kritik konstruktif.
• Pendekatan Humanis: Membangun koneksi personal dan menjadi konselor yang adil tanpa membeda-bedakan latar belakang murid.
• Etika dan Kesadaran Hukum: Menjaga profesionalisme di segala lini, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Guru yang 'menyala' adalah mereka yang tidak berhenti belajar. Di tengah arus digital, empati dan keteladanan adalah aspek yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan," tegas Sutrisno.

Sinergi Agenda Strategis
Selain penguatan karakter, forum ini juga menyepakati langkah taktis terkait agenda literasi nasional. MGMP memastikan koordinasi intensif jelang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Selain itu, para guru didorong mulai mempersiapkan delegasi untuk Lomba Musikalisasi Puisi yang diprakarsai Balai Bahasa Yogyakarta pada medio April-Juni mendatang.

Isu krusial lain yang dibahas adalah implementasi SINDARA (Sistem Informasi dan Integrasi Data Guru Pendidikan Dasar). Platform baru ini diharapkan menjadi motor penggerak komunitas belajar yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan mutu pendidikan secara kolektif di Yogyakarta. Melalui sinergi ini, MGMP Bahasa Indonesia Bantul berkomitmen untuk terus mencetak pendidik yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga tangguh secara personal dan profesional. (Ris)