man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Jadi Rujukan Nasional, Perpustakaan Ulil Albab MAN 3 Bantul Dikunjungi Akademisi Kampus Ternama

Abban Said

Kontributor

17
Jumat, 12 Juni 2026 · 03:22 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) – Perpustakaan sekolah kini bukan lagi sekadar ruang sunyi penyimpan buku usang. Transformasi inilah yang sukses ditunjukkan oleh Perpustakaan Ulil Albab MAN 3 Bantul hingga berhasil menarik perhatian akademisi tingkat nasional. Pada Jumat (12/06/2026), perpustakaan unggulan ini menerima kunjungan visitasi strategis dari Dosen Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Zamroni, S.Psi., M.Pd.

Kedatangan akademisi asal Malang tersebut disambut langsung oleh Kepala MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, S.Ag., M.S.I., M.Pd. Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi biasa, melainkan sebuah ruang diskusi intensif mengenai bagaimana pengelolaan sarana prasarana (sarpras) literasi modern mampu mendongkrak ekosistem belajar yang suportif bagi generasi Z.

Kepala MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, menegaskan bahwa membangun jejaring (networking) dengan perguruan tinggi adalah langkah krusial untuk mengawal mutu lulusan madrasah agar siap bersaing di kancah global.
"Kami berharap momentum ini menjadi jembatan kemitraan berkelanjutan antara Universitas Negeri Malang dan MAN 3 Bantul. Sinergi ini penting, khususnya dalam mentransfer iklim akademis kampus ke lingkungan madrasah demi akselerasi mutu pendidikan," ujar Dr. Suyanto penuh optimisme.

Setelah mengitari ruangan, melihat langsung sistem tata kelola digital, dan menyaksikan antusiasme para siswa, Dr. Zamroni mengaku terkesan. Ia menilai Perpustakaan Ulil Albab telah sukses bermutasi menjadi ruang belajar bersama (collaborative learning space) yang sangat hidup. Kekaguman tersebut bahkan ia tuangkan langsung dalam selembar testimoni otentik.

"Saya merasa kagum dan senang sekali melihat ruang perpustakaan beserta fasilitas yang lengkap dan modern menunjang pembelajaran dan aktivitas belajar siswa di MAN 3 Bantul Yogyakarta. Iklim akademis saya rasakan sangat kental sekali dengan semangat adik-adik siswa yang memadati ruangan perpustakaan dan berdiskusi bersama kelompoknya," tulis pakar BK FIP UM tersebut.
Dari kacamata pedagogis, Dr. Zamroni memproyeksikan bahwa konsistensi madrasah dalam merawat budaya membaca dan iklim riset yang kompetitif ini akan berdampak besar pada masa depan bangsa.

"Sepintas saya melihat ada harapan yang sangat besar akan lahir ilmuwan-ilmuwan muda dari MAN 3 Bantul yang kelak akan membawa kemajuan bagi Bangsa Indonesia," tambahnya. Kunjungan ilmiah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi civitas akademika MAN 3 Bantul untuk terus mempertahankan standar mutu layanan, sekaligus menginspirasi sekolah-sekolah lain di Indonesia dalam menghidupkan budaya literasi digital di era modern. (Ris)