man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Keseruan Siaran Langsung "Membangun Budaya Literasi" Kerjasama MAN 3 Bantul dengan Radio UNISIA

Abban Said

Kontributor

81
Sabtu, 23 Mei 2026 · 01:03 WIB
Blog Image


Bantul (MAN 3 Bantul) – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul, Suyanto bersama Kepala Perpustakaan Ulil Albab MAN 3 Bantul, Novi Perwitasari turut hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan siaran khusus rubrik Ruang Pendidikan yang diselenggarakan oleh Radio UNISIA. Kegiatan yang bertempat di lingkungan Kampus Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta ini berlangsung secara langsung pada Kamis (21/05/2026) dengan mengangkat tema sentral “Membangun Budaya Literasi”. Acara ini menjadi wadah strategis bagi madrasah untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi nyata dalam menumbuhkan minat baca serta membangun ekosistem literasi yang kuat, tidak hanya di lingkungan warga sekolah tetapi juga bagi masyarakat luas yang mendengarkan.
 
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran mendalam bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan mutu pendidikan. Sebagai institusi pendidikan yang terus berkomitmen mewujudkan visi madrasah unggul, MAN 3 Bantul memanfaatkan media massa elektronik ini untuk memaparkan berbagai langkah konkret yang telah diterapkan. Mulai dari pengembangan koleksi perpustakaan yang beragam dan relevan, penerapan program pembiasaan membaca harian, hingga integrasi kegiatan literasi ke dalam kurikulum dan pembelajaran di setiap mata pelajaran.

Dalam paparannya, kedua narasumber sepakat menegaskan bahwa makna budaya literasi saat ini tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca buku semata, melainkan telah meluas menjadi kemampuan memahami, mengolah, menganalisis, hingga menyebarkan informasi secara kritis, kreatif, dan beretika.
 
Suyanto dalam pemaparan gagasannya menekankan bahwa keberhasilan membangun budaya literasi di lingkungan pendidikan sangat bergantung pada sinergitas seluruh elemen. "Peran aktif semua pihak, baik pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, maupun dukungan penuh dari orang tua dan masyarakat, menjadi kunci utama terciptanya lingkungan yang kondusif dan mendukung kebiasaan membaca dan belajar sepanjang hayat," ungkapnya. 
Kamad juga menambahkan bahwa MAN 3 Bantul senantiasa berupaya menjadikan literasi sebagai identitas madrasah yang tercermin dalam setiap aspek kegiatan akademik maupun non-akademik.
 
Sementara itu, Novi Perwitasari selaku Kepala Perpustakaan Ulil Albab menambahkan bahwa transformasi perpustakaan menjadi pusat sumber belajar yang dinamis telah menjadi prioritas. Perpustakaan Ulil Albab sebagai salah satu perpustakaan terbaik tingkat nasional, tkini telah berubah wajah menjadi ruang yang nyaman, terbuka, dan inklusif, serta menyediakan beragam jenis sumber bacaan, baik cetak maupun digital, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat generasi murid.

"Kami berupaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang menyenangkan, tempat di mana peserta didik tidak hanya datang untuk mencari buku, tetapi juga untuk berdiskusi, berkreasi, dan mengembangkan wawasan, sehingga timbul ketertarikan untuk memanfaatkannya secara rutin dan berkelanjutan," jelasnya.
 
Siaran langsung ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para pendengar yang sebagian besar terdiri dari tenaga pendidik, pelajar, serta pemerhati pendidikan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan gagasan, pengalaman, dan praktik baik yang telah diterapkan di MAN 3 Bantul dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi lembaga pendidikan lain dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan masing-masing.

Selain itu, kerja sama yang terjalin antara madrasah dan lembaga penyiaran ini menjadi bukti nyata upaya Kementerian Agama, khususnya di Kabupaten Bantul, dalam memperluas jangkauan sosialisasi program pendidikan, sekaligus mewujudkan tujuan nasional pendidikan yang cerdas, berbudaya, dan berkarakter. (ris/sal)