man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Kolaborasikan Syair dan Musik, Tim Akustik MAN 3 Bantul Ramu Lagu untuk Musikalisasi Puisi

Abban Said

Kontributor

21
Kamis, 11 Juni 2026 · 01:16 WIB
Blog Image


Bantul (MAN 3 Bantul) – MAN 3 Bantul terus berkomitmen melejitkan potensi literasi, seni, dan olah rasa para peserta didiknya. Menindaklanjuti Surat Edaran Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nomor: 0415/G5.6/BS.01.02/2026, madrasah hijau ini tengah intensif menggembleng tim delegasi terbaiknya untuk menghadapi ajang bergengsi Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/Sederajat Tahun 2026.

Kegiatan persiapan yang dipusatkan di lingkungan madrasah tersebut dibimbing langsung oleh Guru Seni Budaya MAN 3 Bantul, Suparman, S.Pd. Melalui pendekatan humanis, latihan difokuskan pada penyelarasan harmonisasi vokal, eksplorasi instrumen musik, hingga pendalaman substansi makna yang terkandung dalam bait-bait puisi. Sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) penyelenggaraan, festival tahun ini mengusung tema besar "Melihat Laut Terbentang Biru".

Tim MAN 3 Bantul ditantang mengolah dua karya sastra, yaitu puisi wajib berjudul "Anak Laut" karya maestro Asrul Sani, serta satu puisi pilihan dari sastrawan nasional. Karakteristik kompetisi kali ini menuntut disiplin dan akurasi tinggi melalui mekanisme pengiriman one-take video (satu kali rekam utuh tanpa penyuntingan) dengan batas akhir pengiriman pada 18 Juni 2026.

Guru pembimbing, Suparman, S.Pd., menjelaskan bahwa regulasi teknis yang ketat dari Balai Bahasa DIY justru menjadi media pembelajaran yang sangat baik untuk melatih mentalitas dan profesionalitas siswa.
"Tantangan utama bukan sekadar estetika aransemen, melainkan kepatuhan mutlak terhadap juknis. Video harus diambil secara horizontal-statis beresolusi HD, tanpa teknik zoom, dan seluruh anggota beserta instrumen harus masuk dalam satu bingkai visual. Ini membutuhkan konsentrasi penuh karena kesalahan minor sekecil apa pun akan langsung memengaruhi penilaian pada aspek penampilan dan harmonisasi," jelas Suparman di sela-sela proses latihan.

Di tempat terpisah, Kepala MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, S,Ag., M.S.I., M.Pd menegaskan bahwa keikutsertaan dalam festival ini bukan semata-mata demi mengejar trofi juara. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengejawantahan nyata dari penguatan pendidikan karakter berbasis seni sastra di madrasah.

"Sinergi antara kecerdasan intelektual, kepekaan estetis, dan kerja sama tim diharapkan mampu melahirkan generasi madrasah yang unggul, berbudaya, sekaligus memiliki kedalaman rasa. Seni adalah media yang sangat halus untuk menanamkan karakter positif pada anak-anak," ujar Suyanto.

Jika berhasil meraih predikat Pemenang Terbaik I di tingkat Kabupaten Bantul, tim MAN 3 Bantul akan melaju sebagai delegasi resmi ke babak final tingkat Provinsi DIY yang dijadwalkan berlangsung secara luring pada Juli 2026 mendatang. Dukungan penuh dan doa pun terus mengalir dari seluruh civitas akademika agar proses ikhtiar ini mampu menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional maupun nasional. (Ris)