Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul kembali meneguhkan komitmennya sebagai madrasah pencetak prestasi dengan menggelar tahapan wawancara Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Gelombang 1 Tahun Pelajaran 2026/2027. Agenda yang berlangsung selama tiga hari, Selasa (14/04) hingga Kamis (16/04), menjadi fase penentu bagi ratusan pendaftar yang telah bersaing ketat sejak dibukanya pendaftaran pada 25 Maret lalu.
Tahun ini, MAN 3 Bantul membuka empat pintu masuk utama pada gelombang pertama, yaitu jalur Prestasi Raport, Prestasi Tahfidz, Prestasi Kejuaraan, dan jalur Pondok Pesantren Mitra. Seleksi wawancara ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen krusial untuk memotret kedalaman karakter, kematangan emosional, serta kesiapan calon peserta didik dalam menyongsong kurikulum madrasah yang integratif.
Kepala MAN 3 Bantul menyampaikan bahwa setiap jalur memiliki standar kompetensi yang spesifik. Pada jalur Tahfidz, misalnya, penguji menitikberatkan pada kefasihan makhraj dan ketahanan hafalan. Sementara itu, jalur prestasi kejuaraan menjadi ajang bagi para atlet dan saintis muda untuk menunjukkan portofolio mereka. Kerja sama strategis melalui jalur Pondok Pesantren Mitra juga terus diperkuat guna menjaga kesinambungan pendidikan agama dan sains yang seimbang.
Dinamika seleksi tahun ini mencerminkan antusiasme publik yang luar biasa terhadap pendidikan madrasah. Calon siswa yang hadir membawa segudang prestasi dari berbagai ajang kompetisi, mulai dari level daerah hingga nasional. Hal ini menunjukkan bahwa MAN 3 Bantul masih menjadi destinasi favorit bagi masyarakat yang menginginkan ekosistem belajar yang kompetitif namun tetap berbasis nilai-nilai religius.
Melalui seleksi yang ketat dan transparan ini, MAN 3 Bantul berharap dapat menjaring input siswa yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Hasil seleksi gelombang pertama ini nantinya akan menjadi fondasi awal bagi madrasah dalam mencetak generasi emas yang siap berkontribusi bagi bangsa dan agama. (Ris)