Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Gelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Bantul tahun 2026 resmi memasuki tahapan krusial. Guru MAN 3 Bantul sekaligus praktisi seni, Abban Said, memaparkan secara komprehensif Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan cabang lomba monolog di hadapan para pembina seni se-Kabupaten Bantul. Pertemuan strategis ini berlangsung di Aula Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Bantul, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini menjadi kompas bagi para guru pembimbing untuk memetakan arah artistik peserta didik mereka. Dalam paparannya, Abban Said menegaskan bahwa monolog bukan sekadar hafalan teks di atas panggung, melainkan sebuah proses dialektika antara aktor dan naskah. Ia menekankan bahwa pendalaman karakter dan penguasaan ruang menjadi instrumen utama yang akan menentukan bobot kualitas pementasan pada kompetisi tahun ini.
“Tahun ini kita mendorong lahirnya originalitas interpretasi. Siswa ditantang untuk mampu membedah esensi naskah pilihan panitia dan menghidupkannya dengan sentuhan personal yang unik,” ujar Abban di hadapan puluhan perwakilan SMA/MA. Penjabaran teknis tersebut mencakup detail durasi pementasan, batasan penggunaan properti, hingga kriteria penilaian yang menuntut keseimbangan antara aspek vokal, penghayatan, dan komposisi panggung.
Sesi diskusi berlangsung dinamis, mencerminkan tingginya tensi kompetisi yang sehat antar sekolah. Koordinasi ini menjadi krusial untuk meminimalisir bias penilaian dan menyamakan persepsi antara dewan juri dengan pembina. Dengan standarisasi yang jelas, diharapkan panggung FLS3N Bantul mampu melahirkan representasi seni peran yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman filosofis dalam setiap lakon yang dibawakan.
Optimisme tinggi menyelimuti akhir pertemuan tersebut.
Melalui sosialisasi juknis yang matang, Kabupaten Bantul menargetkan mampu menjaring talenta-talenta emas yang siap bersaing secara kompetitif di level provinsi hingga nasional. Ajang ini diharapkan tetap menjadi laboratorium kreatif bagi generasi muda dalam mengekspresikan diri sekaligus menjaga marwah pendidikan karakter melalui jalur seni dan budaya. (Ris)