Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah, RABU (10/12/2025) bagi siswa kelas XI. Pemulasaraan jenazah merupakan rangkaian kegiatan mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyalati, hingga menguburkan jenazah. Pelatihan ini sangat penting dilaksanakan mengingat pemulasaran jenazah memiliki hukum fardhu kifayah bagi muslim. Artinya, hukum suatu perkara yang wajib dilakukan oleh sebagian orang. Jika tidak ada satu pun orang yang melaksanakannya, semua orang akan menanggung beban dosanya, tetapi jika sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur.
MAN 3 Bantul memberikan bekal pelatihan pemulasaran jenazah untuk membekali siswa sehingga siap terjun di masyarakat.
“Pelatihan pemulasaran jenazah dapat memberikan bekal siswa sehingga mampu mempraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Anak-anak tidak sekadar memahami materi secara teoritis, melainkan juga mampu merealisasikannya,” ungkap Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto.
Pelatihan dilaksanakan secara terpisah antara siswa putra dan siswa putri. Siswa putra mengikuti pelatihan di Musala bawah dan siswa putri mengikuti di Musala atas. MAN 3 Bantul menghadirkan dua narasumber dari PKU Muhammadiyah Bantul untuk pelatihan ini. Pelatihan dilaksanakan mulai pukul 12.30 hingga 15.00. Pembicara memberikan materi mengenai pemulasaran jenazah dengan peralatan yang lengkap sehingga memudahkan peserta memahami. Kedua pembicara mengupas secara komprehensif langkah-langkah perawatan jenazah. Terlebih dahulu pembicara menjelaskan hukum perawatan jenazah. Selanjutnya, pembicara menjelaskan langkah-langkah berikutnya secara detail.
Pada langkah memandikan jenazah, pembicara memaparkan tentang skala urutan memandikan jenazah. Hal ini menjadi perhatian khusus karena terkadang di masyarakat belum memahami. Prinsip yang perlu diperhatikan saat memandikan jenazah adalah dilakukan oleh mahrom dan jangan sampai membuka aurat jenazah, jenazah harus ditutup menggunakan kain yang mudah menyerap air. Lebih disarankan menggunakan air mengalir semisal selang air, kalaupun menggunakan air di bak, baknya harus diletakkan agak jauh agar tidak tercampur dengan air yang sudah digunakan untuk memandikan jenazah.
Langkah selanjutnya, mengafani jenazah, pembicara menjelaskan kain-kain dan tali yang diperlukan untuk mengafani jenazah. Kemudian, langkah menyalati jenazah, narasumber menjelaskan tata cara dan bacaan-bacaan saat salat jenazah. Selanjutnya, tahap menguburkan jenazah, siswa diberikan penjelasan mengenai posisi jenazah saat disemayamkan yaitu wajah menghadap kiblat dengan kepala di utara dan kaki di selatan.
Siswa mengikuti pelatihan dengan antusias. Selain menyimak penjelasan, siswa juga turut praktik pemulasaran jenazah dengan boneka didampingi oleh narasumber. Hal ini semakin memantapkan pengetahuan siswa. (abb)