man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Pengajian Keluarga "Guyub Rukun" MAN 3 Bantul: Jalinan Silaturahmi Dunia Akhirat

Abban Said

Kontributor

25
Sabtu, 13 Juni 2026 · 00:19 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) - Keluarga besar MAN 3 Bantul kembali menggelar Pengajian Keluarga "Guyub Rukun" pada Sabtu (13/6/2026) di Pendopo Mangut Lele Mbok Marto. Kegiatan yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) MAN 3 Bantul beserta keluarga. Pengajian keluarga menjadi salah satu agenda rutin madrasah untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga madrasah. Pada putaran kali ini, Kelompok 1 mendapat amanah sebagai pengunduh acara.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an secara bersama-sama yang dipimpin oleh Umi Adibah. Lantunan ayat suci yang dibaca dengan khidmat menciptakan suasana religius dan menambah kekhusyukan acara. Seluruh peserta mengikuti pembacaan Al-Qur'an dengan penuh perhatian dan kekhidmatan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari tuan rumah yang diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana, Mulyantara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan mengapresiasi kehadiran seluruh keluarga besar MAN 3 Bantul.

"Terima kasih kepada seluruh GTK beserta keluarga yang telah hadir dalam kegiatan ini. Semoga Pengajian Keluarga Guyub Rukun tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu dan keimanan, tetapi juga menjadi media untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat rasa kekeluargaan di antara kita," ujar Mulyantara. Ia berharap kebersamaan yang telah terjalin selama ini dapat terus dipelihara dan semakin erat melalui kegiatan-kegiatan semacam ini. Menurutnya, kekompakan keluarga besar MAN 3 Bantul merupakan modal penting dalam mendukung kemajuan madrasah.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto. Dalam arahannya, Suyanto menegaskan bahwa hubungan antarguru dan tenaga kependidikan di MAN 3 Bantul tidak hanya sebatas hubungan kedinasan, melainkan juga hubungan kekeluargaan. Ia mengingatkan bahwa hubungan yang dibangun semata-mata karena pekerjaan dapat berakhir ketika seseorang memasuki masa purnatugas atau mendapatkan mutasi. Namun, hubungan yang dilandasi rasa kekeluargaan akan memiliki ikatan yang lebih kuat dan bertahan lebih lama.

"Hubungan antara GTK bukan hanya sekadar hubungan kedinasan tetapi juga keluarga. Kalau hanya kedinasan maka hubungan itu bisa selesai setelah purnatugas atau mutasi, tetapi jika keluarga, insyaallah bisa terus berlanjut hingga ke surga," tutur Suyanto. Pesan tersebut mendapat perhatian dari seluruh peserta yang hadir dan menjadi pengingat pentingnya menjaga ukhuwah di lingkungan kerja. Ia berharap seluruh GTK dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan pengabdian di madrasah.

Acara inti diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh KH. Muslih Nahrowi. Dalam tausyiahnya, Muslih Nahrowi menjelaskan berbagai perbedaan antara murid zaman sekarang dengan murid pada masa lalu. Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan sosial telah memengaruhi karakter, pola pikir, serta cara belajar murid sehingga memerlukan pendekatan pendidikan yang berbeda. Oleh karena itu, guru dan orang tua perlu terus beradaptasi agar mampu memberikan pendampingan yang tepat kepada generasi muda.

Setelah tausyiah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize yang berlangsung meriah dan disambut antusias oleh peserta. Berbagai hadiah menarik dibagikan sehingga menambah semarak suasana kebersamaan dalam acara tersebut. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti ramah tamah sebagai penutup kegiatan. Melalui Pengajian Keluarga "Guyub Rukun" ini, MAN 3 Bantul berharap semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kekeluargaan dapat terus terjaga di lingkungan madrasah. (MHP)