man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Perpustakaan Ulil Albab MAN 3 Bantul Fasilitasi Siswa Jadi Penulis Produktif

Admin

Kontributor

135
Jumat, 31 Oktober 2025 · 09:58 WIB
Blog Image

 

Bantul (MAN 3 Bantul) – Perpustakaan Ulil Albab MAN 3 Bantul memperkuat posisinya bukan hanya sebagai ruang baca, tetapi juga sebagai pusat inkubasi literasi dan kreativitas. Sebagai salah satu perpustakaan terbaik di tingkat SMA/SMK/MA Nasional, Perpustakaan Ulil Albab secara konsisten memfasilitasi siswa dan guru untuk mengembangkan semangat literasi dan berkarya.

Perpustakaan ini dirancang untuk menciptakan tempat yang nyaman dan kondusif bagi pemustaka. Selain fasilitas fisik yang memadai, berbagai program unggulan diselenggarakan untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis yang kuat. Program-program tersebut meliputi: Pembiasaan Membaca: Mendorong rutinitas membaca di kalangan siswa., Anjangsana Edukasi: Kunjungan belajar ke perpustakaan besar, seperti Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dan toko buku Gramedia, untuk memperluas wawasan kepustakaan. dan Workshop Menulis: Pelatihan intensif untuk meningkatkan keterampilan menulis hingga menumbuhkan semangat berkarya.

SEKATEN: Mencetak Puluhan Penulis Baru

Puncak dari program literasi ini adalah SEKATEN (Seluruh Karya Tercetak Keren), sebuah program tahunan yang mewujudkan karya tulis siswa dan Guru/Tenaga Kependidikan (GTK) menjadi buku cetak. Program ini sukses besar dalam mencetak penulis-penulis baru dari lingkungan madrasah.

Dalam tiga tahun terakhir, produktivitas menulis di MAN 3 Bantul menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, dengan total 51 buku yang berhasil diluncurkan melalui program SEKATEN telah berhasil mencetak buku tahun 2024 sejumlah 15 buku dan tahun 2025 sejumlah 23 buku karya guru dan siswa.

Peningkatan jumlah buku yang diterbitkan pada tahun 2025, yang mencapai 23 judul, menunjukkan betapa efektifnya program pembinaan literasi di Perpustakaan Ulil Albab.

Kepala Perpustakaan Ulil Albab menyatakan bahwa filosofi "Melalui literasi kami belajar menembus dunia" adalah semangat yang terus dipegang teguh. “Kami ingin membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi produsen karya tulis yang berkualitas. Keberhasilan mencetak 51 buku adalah bukti nyata bahwa siswa dan guru kami memiliki potensi luar biasa dalam dunia literasi dan siap menembus wawasan global melalui karya mereka,” tutupnya.