Admin
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) – Mengawali kegiatan belajar mengajar semester baru, MAN 3 Bantul melaksanakan apel pagi pada Senin (5/1) yang diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta siswa-siswi. Apel kali ini terasa berbeda karena menghadirkan perwakilan dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY), Ida Bagus, yang bertindak sebagai pembina upacara. Kehadiran pihak kepolisian bertujuan memberikan pembekalan kepada warga madrasah mengenai pentingnya menjaga nilai kebangsaan dan kewaspadaan terhadap pengaruh paham radikal.
Dalam amanatnya, Ida Bagus menyoroti maraknya penyebaran radikalisme yang kerap menyasar generasi muda melalui media sosial dan berbagai platform digital. Ia menjelaskan bahwa paham radikal sering masuk secara halus melalui ajakan yang tampak meyakinkan, namun perlahan dapat mengubah cara berpikir seseorang menjadi tidak toleran. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal tersebut dapat merusak persatuan serta mengganggu kehidupan bermasyarakat yang selama ini dibangun atas dasar saling menghormati.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dampak radikalisme tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas sosial. Seseorang yang terpapar paham ekstrem cenderung sulit menerima perbedaan dan mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Bagi pelajar, keterlibatan dalam paham tersebut dapat menghambat perkembangan akademik dan merusak masa depan karena menjauhkan mereka dari tujuan utama menuntut ilmu.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Polda DIY mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan lingkungan sekolah sebagai benteng pertama dalam menangkal pengaruh negatif. Sikap kritis, moderasi beragama, serta rasa cinta tanah air harus terus ditanamkan agar siswa mampu memilah informasi dengan benar. Pihak MAN 3 Bantul menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk kerja sama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan kondusif sehingga seluruh siswa dapat belajar dengan tenang dan berprestasi