man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Rapat Dinas MAN 3 Bantul: Gairah GTK Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Program-program Gacor

Abban Said

Kontributor

24
Rabu, 17 Juni 2026 · 03:32 WIB
Blog Image


Bantul (MAN 3 Bantul) – Menyongsong tahun ajaran 2026/2027, MAN 3 Bantul bergerak cepat melakukan pembenahan menyeluruh. Melalui Rapat Dinas yang diikuti seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Aula madrasah pada Rabu, 17 Juni 2026, manajemen madrasah merampungkan penyamaan persepsi terkait kebijakan terbaru, evaluasi kinerja, hingga peluncuran berbagai program strategis. Pertemuan ini menjadi momen krusial untuk memastikan tata kelola madrasah berjalan lebih akuntabel, inovatif, dan selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, S.Ag., M.S.I., M.Pd., secara resmi membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan strategis yang menjadi landasan langkah ke depan seluruh warga madrasah. Beliau menegaskan bahwa rapat ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan titik tolak penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar semakin bermutu dan berdaya saing.

“Rapat Dinas ini adalah forum vital untuk menyatukan langkah, visi, dan persepsi kita semua. Tahun ajaran baru akan segera tiba membawa tantangan sekaligus harapan besar dari masyarakat. Tugas utama kita adalah memastikan MAN 3 Bantul tidak hanya siap secara fisik dan fasilitas, tetapi juga unggul dalam tata kelola, patuh sepenuhnya pada regulasi, dan inovatif dalam setiap program kerja yang dirancang. Setiap kebijakan yang kita terapkan, setiap kegiatan yang kita jalankan, haruslah berorientasi pada satu tujuan luhur: mencetak generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, berkarakter mulia, dan mampu bersaing di kancah nasional maupun global,” tegas Dr. Suyanto di hadapan seluruh peserta rapat.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa antusiasme masyarakat yang terus meningkat, terlihat dari tingginya animo pendaftar yang bahkan datang dari luar daerah termasuk lulusan lembaga pendidikan pesantren terkemuka, merupakan bukti kepercayaan yang luar biasa sekaligus amanah berat yang harus dijaga melalui pengelolaan yang profesional dan bertanggung jawab.

“Kita patut bersyukur nama baik madrasah semakin dikenal dan dipercaya, namun hal ini menuntut tanggung jawab yang jauh lebih besar. Kita harus berbenah dari segala sisi, mulai dari kepatuhan ketat terhadap aturan kepegawaian, peningkatan kedisiplinan, hingga pengembangan inovasi pembelajaran dan penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif serta nyaman. Mari kita jadikan momen ini sebagai awal perubahan yang lebih baik, menjadikan madrasah ini sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul prestasi, tetapi juga dirindukan dan dicintai oleh seluruh warganya,” tambahnya dengan penuh semangat.

Memasuki sesi pembahasan teknis, Kepala Tata Usaha (KTU) MAN 3 Bantul, Nasikhun Amin, S.Pd., menyampaikan materi utama mengenai kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Kebijakan ini diterbitkan sebagai tindak lanjut atas temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan kepegawaian dan pemberian tunjangan kinerja.

Salah satu perubahan mendasar yang disosialisasikan adalah pencabutan ketentuan lama yang menyetarakan masa libur siswa dengan hak libur otomatis bagi guru dan tenaga kependidikan. Berdasarkan aturan baru tersebut, selama masa libur peserta didik berlangsung, seluruh unsur pendidik dan tenaga kependidikan tetap berada dalam tanggung jawab dinas dan wajib hadir melaksanakan tugas, sehingga hak libur hanya dapat diperoleh melalui mekanisme pengajuan cuti tahunan secara resmi dan terjadwal.

“Pengajuan cuti dapat dilakukan secara kolektif maupun perseorangan melalui madrasah, namun kami membatasi kuota maksimal antara 30% hingga 50% dari total pegawai yang diperbolehkan mengambil cuti dalam waktu bersamaan, agar pelayanan administrasi dan pemeliharaan fasilitas tetap berjalan lancar. Periode cuti dibuka mulai tanggal 24 Juni hingga 10 Juli 2026. Secara khusus, panitia Penerimaan Murid Baru (PMB) kami imbau untuk tidak mengambil cuti terlebih dahulu agar proses seleksi hingga pelaporan pertanggungjawaban berjalan tertib dan akuntabel,” jelas Nasikhun secara rinci.

Beranjak ke Bidang Kesiswaan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi catatan manis sekaligus tantangan tersendiri. Hingga pelaporan terakhir, pendaftar tidak hanya datang dari wilayah Bantul dan sekitarnya, tetapi juga dari luar daerah, termasuk lulusan lembaga pendidikan pesantren ternama. Panitia PMB telah diberikan target waktu penyelesaian seluruh tahapan administrasi daftar ulang serta penyusunan laporan paling lambat tanggal 30 Juni 2026.

Tak hanya soal penerimaan siswa baru, pembinaan karakter dan kedisiplinan juga menjadi prioritas utama. Madrasah telah menyiapkan 400 eksemplar Buku Tata Tertib terbaru yang akan disebarluaskan dan disosialisasikan secara mendalam kepada seluruh peserta didik. Penegakan aturan ini ditekankan bukan hanya tugas guru, melainkan tanggung jawab moral dan institusional seluruh warga madrasah demi mewujudkan lingkungan pendidikan yang tertib dan berkarakter.

Sementara itu, di bidang pengembangan bakat dan prestasi, manajemen madrasah memohon dukungan doa restu dari seluruh warga madrasah bagi 19 siswa andalan yang akan berlaga di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten. Di sisi lain, sebanyak 30 siswa terbaik juga telah memulai pembinaan intensif sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang akan bertugas mewakili madrasah di tingkat Kabupaten Bantul, sebagai bukti nyata komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi siswa secara utuh dan menyeluruh.

Komitmen madrasah terhadap kenyamanan pembelajaran dan kelestarian lingkungan juga dipertegas lewat pemaparan Bidang Sarana dan Prasarana. Manajemen bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan terhadap berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, termasuk penataan ulang tata ruang publik dan ruang kegiatan seperti Aula madrasah, demi menciptakan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Langkah strategis jangka panjang lainnya adalah dimulainya implementasi program Madrasah Adiwiyata, sebuah upaya sistematis menjadikan madrasah sebagai lembaga yang peduli, berbudaya, dan berwawasan lingkungan hidup.

Program ini dibangun di atas lima pilar utama: kebijakan madrasah yang berorientasi pelestarian lingkungan, integrasi materi isu lingkungan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada berbagai mata pelajaran (contohnya pada Seni Budaya), kegiatan partisipatif warga madrasah seperti program Jumat Bersih dan pengurangan penggunaan sampah plastik, pemanfaatan sarana pendukung ramah lingkungan (apotek hidup/tanaman obat keluarga, komposter, biopori, dan rumah kaca), serta sistem pencatatan dan dokumentasi kegiatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Di sisi lain, penguatan budaya literasi dan akademik mendapat perhatian khusus dari Bidang Humas dan Perpustakaan. Berdasarkan data pengelolaan, minat baca di Perpustakaan Ulil Albab tergolong sangat tinggi dengan rata-rata kunjungan mencapai 3.000 orang per bulan. Untuk mendukung kebutuhan belajar yang terus meningkat, pengadaan buku dan bahan ajar baru akan diprioritaskan dalam dua tahap strategis, yaitu buku pendamping persiapan kompetisi sains dan olimpiade, serta buku referensi akademik untuk persiapan seleksi perguruan tinggi materi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Mengingat tingginya intensitas penggunaan fasilitas ini, guru maupun siswa yang berencana memanfaatkan ruang perpustakaan untuk kegiatan literasi kelompok atau pembelajaran terjadwal diimbau melakukan reservasi terlebih dahulu agar pelayanan dapat berjalan efektif dan tertib.

Puncak inovasi dalam pengembangan literasi dan akademik ditandai dengan peluncuran program unggulan bertajuk "Sekaten". Program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi, membina, dan mendorong semangat penelitian, penulisan, dan penerbitan karya ilmiah maupun populer, baik berupa antologi tulisan, buku tunggal, maupun modul ajar mandiri yang dihasilkan oleh guru maupun peserta didik. Kegiatan penulisan dan penyuntingan karya telah dimulai pada semester berjalan, dengan target penerbitan dan pencetakan massal pada bulan Agustus 2026 mendatang.

Melalui rapat kerja ini, MAN 3 Bantul semakin memantapkan langkah strategisnya, memastikan bahwa setiap kebijakan, program, dan kegiatan yang dijalankan senantiasa berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan yang unggul, berkarakter islami, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Menutup rangkaian rapat dinas yang penuh makna ini, Dr. Suyanto kembali mengingatkan seluruh elemen madrasah untuk bergerak bersatu mewujudkan rencana-rencana strategis tersebut.

“Kita tidak hanya berbicara tentang perubahan aturan atau peluncuran program baru, tetapi tentang bagaimana kita meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara nyata dan berkelanjutan. Dengan disiplin yang tinggi, kerja sama yang solid, dan inovasi yang terus dikembangkan, saya yakin MAN 3 Bantul akan terus menjadi madrasah kebanggaan masyarakat, madrasah yang maju, dan madrasah yang mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, berakhlak mulia, dan membawa peradaban yang lebih baik,” pungkasnya. (Ris)