man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Sosialisasi Pemilihan Mata Pelajaran Fase F bagi Siswa Kelas X MAN 3 Bantul

Abban Said

Kontributor

23
Senin, 15 Juni 2026 · 03:26 WIB
Blog Image


Bantul (MAN 3 Bantul) – Sebagai langkah strategis mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka, khususnya pada aspek diversifikasi pembelajaran, MAN 3 Bantul menggelar sosialisasi mendalam mengenai pemilihan mata pelajaran pilihan Fase F bagi seluruh siswa Kelas X. Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama madrasah pada Senin pagi (15/06/2026) ini menjadi panduan akademik utama bagi siswa sebelum mereka melangkah ke jenjang Kelas XI yang lebih spesifik dan berorientasi pada persiapan pendidikan tinggi.

Kepala MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, S.Ag., M.S.I., M.Pd., dalam sambutan dan arahannya menekankan bahwa pemilihan mata pelajaran pada Fase F bukanlah sekadar kewajiban administrasi atau pembagian kelompok belajar biasa. Lebih dari itu, tahap ini berfungsi sebagai bridging program atau jembatan penghubung yang menentukan arah kelanjutan pendidikan siswa menuju perguruan tinggi maupun dunia kerja.

“Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan penuh bagi siswa untuk merancang masa depannya sejak dini. Namun, kebebasan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab, pemahaman mendalam mengenai minat dan bakat diri sendiri, serta keselarasan dengan program studi yang nantinya akan dituju di perguruan tinggi. Sinergi yang kuat antara pihak madrasah, siswa, dan orang tua menjadi kunci utama agar keputusan yang diambil bersifat objektif, tepat sasaran, dan visioner,” tegas Dr. Suyanto di hadapan ratusan siswa dan pendidik.

Secara teknis dan operasional, sosialisasi ini membedah secara rinci isi Buku Panduan Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan yang telah disusun tim kurikulum madrasah. Di dalam panduan tersebut dijelaskan secara lengkap pengelompokan mata pelajaran ke dalam tiga rumpun utama, yaitu Sains, Sosial, dan Humaniora. Selain itu, dibahas pula proyeksi kuota pembentukan rombongan belajar, serta mekanisme pendaftaran yang menerapkan sistem hibrida—menggabungkan pengisian data secara daring dan verifikasi luring—agar proses berjalan tertib dan akuntabel.

Agar setiap siswa dapat menentukan pilihan yang paling sesuai dengan potensi diri, pihak madrasah melibatkan peran aktif Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) melalui pendekatan asesmen diagnostik non-kognitif. Melalui metode ini, siswa dibimbing untuk memetakan potensi diri, mengenali kecenderungan minat yang sesungguhnya, serta mengukur kesiapan mental dalam menanggung beban dan kedalaman materi pembelajaran di Fase F nanti. Pendekatan ini bertujuan meminimalkan kesalahan pemilihan yang dapat berdampak pada hasil belajar dan motivasi siswa ke depannya.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum menambahkan, data hasil pemilihan mata pelajaran yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar utama dalam pemetaan pembagian kelas, penyusunan jadwal, hingga pemenuhan kebutuhan jam mengajar guru secara proporsional dan merata. Langkah antisipatif ini disiapkan matang-matang agar transisi siswa menuju Fase F berjalan lancar, serentak di seluruh kelas, dan bebas dari kendala teknis yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.

Melalui kegiatan sosialisasi yang komprehensif, terstruktur, dan berbasis data ini, MAN 3 Bantul kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan Kementerian Agama RI. Madrasah bertekad melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kompetitif, dan memiliki visi masa depan yang jelas, sehingga siap menjawab berbagai tantangan di era disrupsi global yang terus berkembang pesat.(Ris)