man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

SUWAIBA MAN 3 Bantul Kupas Hikmah Puasa, Ajak Siswa Pahami Makna Ramadan Lebih Dalam

Sumiyati

Kontributor

68
Sabtu, 21 Maret 2026 · 01:05 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) – Program dakwah digital SUWAIBA (Asupan Jiwa MANTABA) kembali hadir memberikan penguatan spiritual di bulan Ramadan 1447 H. Pada episode ke-25 yang tayang Senin (16/03/2026), MAN 3 Bantul menghadirkan Syauqie Raihanul Azhar Elgi, mahasiswa PLP UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai narasumber dengan tema “Hikmah Puasa”. Melalui tayangan di kanal YouTube resmi madrasah, ia mengajak penonton untuk memahami bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter dan peningkatan ketakwaan.

Dalam pemaparannya, Syauqie menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah melatih seseorang agar selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. Dengan meninggalkan hal-hal yang sebenarnya diperbolehkan, seperti makan dan minum, seorang Muslim belajar untuk taat dan patuh terhadap perintah-Nya. Sikap ini menunjukkan bahwa ibadah puasa merupakan bentuk penghambaan yang tulus, sekaligus latihan untuk mengendalikan diri dari berbagai keinginan yang berlebihan.

Ia juga menekankan bahwa puasa menjadi sarana untuk melatih kesabaran dan kekuatan mental. Dengan menahan diri dari dorongan hawa nafsu, seseorang belajar untuk lebih tenang dalam menghadapi ujian kehidupan. Selain itu, puasa mengajarkan kepekaan sosial, karena rasa lapar yang dirasakan dapat menumbuhkan empati kepada orang-orang yang hidup dalam kekurangan. Nilai inilah yang diharapkan mendorong umat untuk lebih gemar berbagi dan peduli terhadap sesama.

Melalui program SUWAIBA, MAN 3 Bantul terus berupaya menghadirkan dakwah yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan generasi muda. Materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga mengajak siswa untuk mengamalkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna puasa secara mendalam, diharapkan ibadah yang dijalankan tidak berhenti pada rutinitas, melainkan mampu membentuk pribadi yang lebih baik setelah Ramadan berakhir.