Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) - Generasi muda yang unggul merupakan hal penting menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mencapainya, dibutuhkan kemampuan literasi, berpikir kritis, kreativitas, dan penelitian sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki murid abad 21. Madrasah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk murid yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia, sehat jasmani, serta kuat spiritualnya.
Kompetisi Riset Madrasah Yogyakarta (KOMPRESMATA) hadir sebagai bagian dari rangkaian Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) tahun 2025 tingkat Provinsi DIY. Kegiatan tersebut sejalan dengan semangat PKM dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi murid madrasah untuk mengembangkan bakat, minat, serta kreativitasnya. Melalui ajang ini, murid Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) atau Madrasah Aliyah Keterampilan (MAK) didorong untuk mengasah kemampuan riset, berpikir kritis, dan berinovasi dalam memecahkan persoalan masyarakat melalui pendekatan keilmuan yang integratif.
Dengan mengusung tema “Membangun Generasi Madrasah yang Kritis, Kreatif, dan Inovatif untuk Indonesia Emas 2045” , KOMPRESMATA diharapkan mampu menjadi wahana lahirnya generasi peneliti muda madrasah yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa, sekaligus memperkuat peran madrasah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sejalan dengan semangat tersebut, MAN 3 Bantul turut serta berperan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. MAN 3 Bantul ikut berpartisipasi dalam kegiatan PKM yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Ostimewa Yogyakarta. Pada PKM kali ini Tim Exelllent Researches Club (ERC) MAN 3 Bantul berhasil mengirimkan sebanyak 4 laporan penelitian yang diikutkan dalam KOMPRESMATA. (abb)