Abban Said
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) - Tim Zona Tata Laksana Zona Integritas (ZI) MAN 3 Bantul mengikuti kegiatan short course bertajuk Kupas Tuntas Pembangunan Zona Integritas Zona 2 Tata Laksana yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis, 30 April 2026, pukul 09.00-11.00 WIB, dengan pusat kegiatan bertempat di Aula MAN 3 Bantul.
Kegiatan ini mengusung tema "Upaya Menata Sistem, Prosedur, dan Proses Kerja agar Lebih Efektif, Efisien, dan Transparan". Tema tersebut menjadi fokus utama dalam mendorong satuan kerja, khususnya madrasah, untuk melakukan pembenahan tata kelola organisasi sebagai bagian dari pembangunan Zona Integritas.
Hadir sebagai narasumber, Eti Kusumawati menyampaikan materi secara komprehensif terkait tata laksana beserta berbagai problematika yang kerap dihadapi di lapangan. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya penyusunan sistem kerja yang terstruktur, penyederhanaan prosedur, serta konsistensi dalam implementasi standar operasional guna mewujudkan layanan yang transparan dan akuntabel.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para peserta yang berasal dari madrasah-madrasah se-Indonesia yang telah terpilih sebagai pilot project pelaksanaan Zona Integritas oleh Kementerian Agama RI, baik dari jenjang MTs maupun MA. Interaksi aktif terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sesi berlangsung, mencerminkan keseriusan peserta dalam mengimplementasikan tata laksana yang lebih baik di satuan kerja masing-masing.
Muh. Mumawar Yasin, ketua bidang Zona Tata Laksana ZI.MAN 3 Bantul yang sekaligus Waka Bingang Kesiswaan mengatakan bahwa kegiatan zoom ini sangat penting guna menyamakan persepsi tentang eviden pada zona tata laksana dan berharap dapat melengkapi eviden-eviden tersebut.
Keikutsertaan tim Zona Tata Laksana ZI MAN 3 Bantul dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola madrasah menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mampu memperkuat pemahaman serta mendorong implementasi nyata di lingkungan madrasah.(Pri)