Admin
Kontributor
Bantul (MAN 3 Bantul) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul menggelar Uji Publik Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 di Ruang Aula, Rabu (01/07/2026). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh GTK MAN 3 Bantul dan perwakilan murid ini dilaksanakan dalam rangka menguji rancangan Kurikulum dan program kegiatan yang akan dilaksanakan dalam satu tahun ke depan. Kegiatan turut dihadiri Komite Madrasah, Imam Suja’i Fadli dan Ridwan; dan Pengawas MAN 3 Bantul, Heni Prilantari. Adapun tim penguji yang hadir di antaranya, Ketua Tim I Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Anita Isdarmini; Dosen Universitas Gadjah Mada sekaligus komite MAN 3 Bantul, Syarif Hidayatullah, Dosen Universitas Islam Indonesia; Lukman A. Irfan.
Uji Publik Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 ini menjadi momen spesial. Melampaui kerangka adimistratif, Uji Publik Kurikulum MAN 3 Bantul menyelami ruh dalam membangun pendidikan dari hati menuju ketaqwaan pada Ilahi.
Kepala Madrasah, Suyanto menegaskan bahwa dokumen kurikulum selain menjadi instrumen administrasi juga menjadi cetak biru (blueprint) dan pedoman utama bagi seluruh kegiatan akademik maupun non-akademik yang diselenggarakan di madrasah.
“Kurikulum menjadi arah bagi setiap langkah yang kita tempuh. Oleh karena itu, penyusunannya harus matang, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan murid serta perkembangan zaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Suyanto menjelaskan tantangan-tantangan yang dihadapi madrasah sehingga madrasah merancang berbagai program inovatif guna meningkatkan motivasi dan kesempatan belajar siswa. Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah perluasan jaringan kerja sama internasional.
“Baru-baru ini, MAN 3 Bantul menerima kunjungan dari Prof. Dr. Muhammad Khaer Al Ghubani, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Internasional yang menaungi lembaga pendidikan di 60 negara. Kami bersyukur menjadi satu-satunya Madrasah Aliyah Negeri di Indonesia yang dikunjungi secara langsung. Kerja sama ini akan menjadi pintu akses bagi murid untuk mendapatkan informasi beasiswa dan kesempatan melanjutkan studi ke luar negeri. Uji Publik hari ini bertujuan untuk menyamakan visi dalam pelaksanaan kurikulum nasional dan Kurikulum Berbasis Cinta (KCB). Selanjutnya, untuk mendorong kemajuan hingga mendunia MAN 3 Bantul merancang program MANTABA Go International Study (MAGIS). MAN 3 Bantul juga berkomitmen mendorong pengembangan potensi murid dengan program Seluruh Karya Tercetak Keren (SEKATEN). Melalui uji publik hari ini diharapkan rancangan kurikulum yang telah disusun mendapatkan masukan-masukan,” jelasnya.
Memasuki acara inti, sesi tinjauan kurikulum dalam Uji Publik Kurikulum MAN 3 Bantul dipandu oleh Nurul Rahmawati sebagai moderator. Terlebih dahulu Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wahyudi memaparkan rancangan kurikulum MAN 3 Bantul. Wahyudi menguraikan rancangan Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan secara detail mulai dari Analisis Karakteristik Madrasah, Visi Misi Madrasah, Pengorganisasian Pembelajaran, Perancangan Pembelajaran, dan Program Inovasi.
Setelah pemaparan rancangan kurikulum MAN 3 Bantul disampaikan, tim penguji yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini memberikan tanggapan. Anita Isdarmini memberikan masukan untuk penekanan penguatan karakter yang menjadi muara dari tercetusnya Kurikulum Berbasis Cinta.
“Sistem penilaian pembiasaan karakter “Panca Cinta” dapat dirancangan lebih kontekstual dan dapat diukur berdasarkan perilaku nyata murid, misalnya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dapat mendorong peningkatan kompetensi murid,” tandas Anita.
Selain itu, Anita mengapresiasi kurikulum yang telah tersusun dan prestasi yang meningkat signifikan. Prestasi melejit ini perlu disinergikan dengan penguatan pendidikan karakter Anita juga memberikan masukan untuk program yang dapat mengarahkan murid. merencanakan pasca studi di samping studi lanjut.
Tanggapan selanjutnya disampaikan oleh Lukman A. Irfan. Lukman menambahkan dimensi filosofis dan religius dalam pengembangan kurikulum. Prestasi menjadi buah yang perlu dikembalikan pada akar, mewujudkan visi madrasah yaitu mewujudkan murid yang beriman, bertaqwa, berkarakter, dan unggul, sehingga murid secara mendalam memahami bahwa ilmu yang dipelajari bersumber dan menuju kepada keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt..
“Kurikulum harus dikembangkan. Tanpa landasan iman dan ketakwaan, prestasi yang diraih akan berisiko. Pendidikan di madrasah adalah bagian dari jihad ilmu yang harus dijalankan dengan keikhlasan,” tegasnya.
Lukman juga mengusulkan integrasi Gerakan Dzikir Mandiri berlandaskan Asmaul Husna ke dalam program madrasah, serta membagikan hasil penelitiannya yang terbit di jurnal internasional terindeks Scopus tahun 2021 mengenai 12 karakter guru yang paling berpengaruh terhadap perkembangan murid, yaitu guru yang dapat menjadi sahabat, memberikan teladan, menguasi pelajaran, disiplin, menghormati, berlaku adil, sabar, santai dan tidak tegang, memiliki semangat be;ajar sepanjang hayat, menguasai keterampilan pendidikan karakter, tidak dikenal sebagai guru yang galak, menjadi guru yang menyenangkan.
Selanjutnya, Syarif Hidayatullah dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi terhadap capaian akademik MAN 3 Bantul. Ia juga menegaskan bahwa kurikulum harus terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi, dunia kerja, dan kebijakan pendidikan, tanpa menghilangkan ciri khas madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berbasis nilai keagamaan.
“Capaian prestasi MAN 3 Bantul menunjukkan manajemen yang baik dalam proses pendidikan. Saat ini proses mendidik perlu disesuaikan agar murid siap dengan perkembangan zaman dengan tetap memegang nilai keagamaan dan memiliki karakter unggul,” tutur Syarif.
Sementara itu, Pengawas Madrasah Heni Prilantari menggarisbawahi bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh dokumen tertulis, melainkan oleh hubungan yang baik antara pendidik dan murid.
“Datanglah ke madrasah dengan ilmu dan profesionalisme, namun jangan pernah datang tanpa hati. Di sini, masa depan bangsa sedang dibentuk, dan Allah SWT menyaksikan setiap upaya yang kita lakukan,” pesannya.
Ketua komite, Imam Suja’i Fadli dalam tanggapannya memberikan pesan agar dokumen yang telah dirancang dapat hidup dengan diimplementasikan dan dikembangkan dalam proses mendidik murid.
“Dokumen yang disusun akan hidup melalui implementasi Bapak/Ibu dalam mendidik anak di madrasah. Oleh karena itu, dapat senantiasa berkembang untuk menumbuhkan generasi yang beriman, bertaqwa, dan unggul,” tutur Imam.
Usai tanggapan dari tim penilai dan perwakilan orang tua melalui komite marasah, sesi dilanjutkan dengan tanggapan dari peserta uji publik. Perwakilan murid, Assabila Khusnaini (X-F) dan Azza Inas Nurkhaula menyampaikan apresiasi atas program yang telah disusun dalam sesi ini. Kegiatan berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa. Kegiatan Uji Publik Kurikulum ini merumuskan kesepakatan bersama untuk menyempurnakan dokumen kurikulum sesuai dengan masukan yang diterima, sehingga dapat diterapkan secara optimal guna mewujudkan MAN 3 Bantul yang mandiri, berprestasi, dan berkarakter. (ris/sal)