man 3 bantul MAN 3 BANTUL
Berita

Upacara HAB Ke-80 Dihadiri Wamenag, Kanwil Kemenag DIY Tugaskan Siswa MAN 3 Bantul sebagai Paskibra

Admin

Kontributor

226
Sabtu, 03 Januari 2026 · 07:41 WIB
Blog Image

Bantul (MAN 3 Bantul) – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum. hadir sebagai inspektur dalam Upacara Peringatan HAB ke-80 Kemenag yang digelar Kanwil Kemenag DIY, Sabtu (03/01/2026). Upacara dilaksanakan di gedung pertama Kementerian Agama Republik Indonesia yang terletak di Jalan Bintaran Nomor 9 Kota Yogyakarta. Bertugas sebagai pasukan pengibar bendera (Paskibra) dalam upacara, siswa MAN 3 Bantul.

Siswa MAN 3 Bantul bertugas sebagai Paskibra Upacara HAB Ke-80 Kanwil Kemenag DIY, Sabtu (03/01/2026)

Penetapan gedung pertama Kemenag di Yogyakarta tercantum dalam Maklumat Nomor 1/1946 yang dikeluarkan oleh Menag RI pertama, Prof. H.M. Rasjidi atas palilah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam VIII. Hal ini ditandaskan Wakil Menteri Agama Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum. dalam amanat upacara.

“Kita bersyukur hari ini kembali melaksanakan peringatan  HAB ke-80 Kementerian Agama. Saya memilih upacara bendera di Kanwil Kemenag DIY karena ingin menyampaikan apresiasi terhadap kelahiran awal Kemenag RI di Yogyakarta, di tempat kita berdiri hari ini, di bawah pimpinan pertama Prof. H.M. Rasjidi. Waktu itu ibukota negara berada di Yogyakarta,” urai Romo Syafi’i.

“Untuk itu, izinkan atas nama pimpinan dan segenap jajaran Kementerian Agama, dari lubuk hati terdalam, kami menghaturkan ribuan terima kasih atas kemurahan hati keluarga besar Puro Pakualaman, wabil khusus kepada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam VIII, semoga menjadi jariyah yang mempesona serta catatan tinta emas bangsa yang harum sepanjang masa,” ungkap Wamenag.

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum. menyampaikan amanat upacara

Lebih lanjut, Wamenag menyampaikan sejarah lahirnya Kementerian Agama sebagaimana disampaikan dalam pidato  Menag Prof. H.M. Rasjidi saat pertama menjalankan amanah di Yogyakarta pada Jumat malam, tanggal 4 Januari 1946. Saat itu Prof. H.M. Rasjidi menyampaikan pidato penerangan kepada seluruh penduduk Indonesia yang disiarkan melalui Radio Rapublik Indonesia (RRI) Yogyakarta dan transkrip pidato dimuat di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat. 

Wamenag menyitir pidato Menteri Agama Prof. H.M. Rasjidi yang menandaskan urgensi pembentukan kementerian yang menangani urusan agama, “Ada masa aliran filsafat untuk menjauhkan agama dari masyarakat. Agama tidak dapat dipisahkan dari jiwa manusia. Jika tidak memakai agama, akan roboh sendi-sendi masyarakat yang kokoh. Hanya sedikit manusia yang bertahan hidup dari filsafat akal. Oleh karena itu, dalam anggaran dasar negara Indonesia. Negara berdasar atas ketuhanan. Negara menjamin tiap penduduk menjalankan agama masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya.”

Romo Syafi’i menegaskan bahwa dalam pidato tersebut, Prof. H.M. Rasjidi telah menebarkan semangat moderasi beragama yang jauh melampaui zamannya. Nilai saling menghormati antarpemeluk agama disyiarkan melalui Kementerian Agama.

“Sejarah Kementerian Agama membangun ingatan yang kuat bahwa mendirikan Kementerian Agama adalah keinginan yang luhur dari Founding Fathers kita untuk mendekatkan bangsa pada agama sehingga memperkokoh sendi kehidupan bangsa yang tanpa disarari berdasar dari ajaran agama yang kita yakini. Memastikan rakyat Indonesia mentaati ajaran agamanya itu sama dengan mengokohkan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, mengokohkan spirit dan semangat kita bersama mewujudkan keinginan rakyat Indonesia yang ditorehkan oleh Founding Fathers dalam UUD 45,” jelas Wamenag.

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum. menyampaikan amanat upacara

Mengakiri amanatnya, Wamenag mengajak seluruh segenap jajaran Kementerian Agama untuk meningkatkan integritas dengan menilik perjuangan nabi dan rasul utusan Allah.

“Berfikir dengan penuh kekhidmatan, pada masa awal Allah mengutus nabi dan rasul untuk menyampaikan agamanya di bumi ini, mereka bekerja sangat tekun menghadapi rintangan, hambatan, tantangan, bukan celaan dan hinaan, bahkan penyiksaan fisik. Akan tetapi, karena ketulusan dan integritas. Hari ini agama yang dibawa menjadi panutan. Negara memberikan kewenangan itu kepada Kementerian Agama,” papar Wamenag.

“Mari kita syukuri untuk meningkatkan integritas. Semoga yang kita lakukan menjadi penentu kokohnya sendi-sendi kehidupan bangsa yang berasal dari ajaran agama. Kita menjadi elemen penting bangsa yang menguatkan persatuan kesatuan untuk mencapai tujuan bernegara, yaitu masyarakat adil makmur yang diridai Allah Swt,” pungkasnya.

Paskibra MAN 3 Bantul bertugas dalam upacara HAB Ke-80 Kanwil Kemenag DIY, Jumat (03/01/2026)

Upacara berlangsung penuh khidmad. Siswa MAN 3 Bantul, sebagai Paskibra sukses menjalankan amanah dalam seluruh rangakaian upacara. Adapun Paskibra MAN 3 Bantul terdiri dari tujuh belas siswa.

Paskibra MAN 3 Bantul didampingi guru bertugas dalam upacara HAB Ke-80 Kanwil Kemenag DIY, Jumat (03/01/2026)

Kepala MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, S.Ag., M.S.I., M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada siswa yang bertugas. “Sebuah kehormatan bagi kami, siswa MAN 3 Bantul diamanahkan untuk bertugas sebagai petugas upacara HAB ke-80 Kemenag RI yang digelar oleh Kanwil Kemenag DIY. Alhamdulillah anak-anak menjalankan tugas dengan sangat baik. Selamat untuk anak-anak semua. Tugas yang dijalankan hari ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Semoga pengalaman berharga ini menjadi bekal untuk terus berprestasi, berkarakter kuat, dan menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas,” tutur Suyanto. (sal)